Iran: Dukungan AS ke Israel Jadi Akar Permasalahan di Timur Tengah
Rabu, 17 Januari 2024 - 14:48 WIB
loading...
Tentara Israel yang didukung AS menjadi biang kerok permasalahan di Timur Tengah. Foto/Reuters
A
A
A
GAZA - Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian memperingatkan para pemimpin Amerika Serikat (AS) untuk tidak “mengikat nasib mereka” kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu seiring dengan berlanjutnya perang berdarah Israel di Gaza.
“Kerja sama penuh antara Biden dan Gedung Putih dengan preman seperti Netanyahu di Israel adalah akar ketidakamanan di kawasan ini,” kata Amirabdollahian kepada CNBC di Forum Ekonomi Dunia di Davos.
“AS seharusnya tidak melakukannya, [Joe] Biden tidak boleh mengaitkan nasib mereka dengan nasib Netanyahu.”
Amirabdollahian juga meremehkan dugaan dukungan Iran terhadap serangan pemberontak Houthi Yaman di rute pelayaran Laut Merah sebagai tanggapan terhadap invasi Israel ke Gaza.
“Rakyat Yaman dan negara-negara lain di kawasan yang membela rakyat Palestina bertindak berdasarkan pengalaman mereka sendiri dan kepentingan mereka sendiri, dan mereka tidak menerima perintah atau instruksi apa pun dari kami,” katanya.
Sementara itu, Nippon Yusen, perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal Galaxy Leader yang disita oleh Houthi Yaman pada 19 November, telah mengumumkan akan menghentikan operasi di Laut Merah.
Baca Juga: 4 Negara Arab yang Gabung Aliansi Rusia dan China
“Kerja sama penuh antara Biden dan Gedung Putih dengan preman seperti Netanyahu di Israel adalah akar ketidakamanan di kawasan ini,” kata Amirabdollahian kepada CNBC di Forum Ekonomi Dunia di Davos.
“AS seharusnya tidak melakukannya, [Joe] Biden tidak boleh mengaitkan nasib mereka dengan nasib Netanyahu.”
Amirabdollahian juga meremehkan dugaan dukungan Iran terhadap serangan pemberontak Houthi Yaman di rute pelayaran Laut Merah sebagai tanggapan terhadap invasi Israel ke Gaza.
“Rakyat Yaman dan negara-negara lain di kawasan yang membela rakyat Palestina bertindak berdasarkan pengalaman mereka sendiri dan kepentingan mereka sendiri, dan mereka tidak menerima perintah atau instruksi apa pun dari kami,” katanya.
Sementara itu, Nippon Yusen, perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal Galaxy Leader yang disita oleh Houthi Yaman pada 19 November, telah mengumumkan akan menghentikan operasi di Laut Merah.
Baca Juga: 4 Negara Arab yang Gabung Aliansi Rusia dan China
Lihat Juga :