alexametrics

Kisah Wanita Budak Seks ISIS Diselamatkan via Penyamaran

loading...
Kisah Wanita Budak Seks ISIS Diselamatkan via Penyamaran
Rita Habib, 30, wanita yang dijadikan budak seks oleh empat militan ISIS selama tiga tahun diselamatkan dan kini bersatu lagi dengan ayahnya. Foto/Kurdistan24/YouTube
A+ A-
MOSUL - Rita Habib, 30, nama seorang wanita Kristen di Irak yang dijadikan budak seks kelompok ISIS. Dia beberapa hari lalu berlinang air mata ketika bertemu kembali dengan ayahnya setelah sekitar tiga tahun diculik untuk dijadikan budak nafsu kelompok radikal tersebut.

Penyelamatan Rita dilakukan kelompok penyelamat Shlama Foundation. Kelompok ini mengandalkan para pria yang menyamar sebagai jihadis Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Dalam penyamarannya, para pria itu membayar untuk "membeli" Rita dan sandera lain demi membebaskan para sandera.



Sejak diculik, Rita mengaku sudah dibawa oleh empat pria yang berbeda-beda dari kelompok ISIS. Selama jadi budak seks empat pria tersebut, pemerkosaan menjadi derita yang berkali-kali dia rasakan.

Ketika seorang pria kelima membawanya pergi, dia mengira hal terburuk baru akan terjadi. Tapi, pria kelima itulah si penyelamat Rita yang beraksi dengan menyamar sebagai militan ISIS.

"Mereka melakukan hal-hal jahat kepada kami. Mereka memukuli kami dan memperkosa kami," kata Rita kepada Kurdistan 24, mengacu pada nasib dirinya dan para wanita minoritas Irak lain yang dijadikan budak seks.

"Yang terburuk dari semuanya adalah anak perempuan berusia sembilan tahun yang diperkosa. Gadis-gadis dijual seharga 4.000 hingga 15.000 dollar (Amerika Serikat)," ujar Rita.

Menurut Rita, pria penyelamat dan seorang penyelamat lain yang melakukan hal yang sama untuk seorang wanita Yazidi yang disekap di sisinya, tidak mengatakan apa-apa kepada mereka tentang misi penyelamatan tersebut.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak