Invasi Jadi Hobi, Ini Daftar Perang AS di Timur Tengah dari Masa ke Masa

Minggu, 14 Januari 2024 - 14:20 WIB
loading...
Invasi Jadi Hobi, Ini...
Menginvasi negara lain seperti menjadi hobi, AS tercatat telah berperang di berbagai negara Timur Tengah dari masa ke masa. Foto/Palestine Chronicle
A A A
JAKARTA - Secara historis, kebijakan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah didasarkan pada kekuatan senjata sebagai cara untuk memengaruhi geopolitik. Menginvasi negara lain seperti menjadi hobi dari negara Paman Sam.

Invasi terbaru AS dilakukan terhadap Yaman dengan klaim menargetkan situs-situs kelompok Houthi. Invasi yang dimulai pada Jumat dini hari itu juga melibatkan Inggris dengan rudal Tomahawk sebagai senjata andalan.

Ledakan besar terjadi di Sanaa, Hodeidah, dan kota-kota lain, kata gerakan Ansar Allah atau Houthi Yaman dan saksi mata, yang menyebabkan kematian lima orang dan melukai enam lainnya.

Tindakan tersebut terjadi setelah Washington dan London bersumpah untuk membalas tindakan Houthi yang mencegah kapal-kapal tujuan Israel melakukan perjalanan di Selat Bab Al-Mandab di Laut Merah.

Baca Juga: AS Bombardir Yaman Meski Biden Tak Dapat Mandat Kongres Maupun PBB

Meski telah diserang AS dan Inggris, Houthi mengatakan bahwa mereka akan terus menargetkan kapal-kapal yang berangkat atau kembali dari pelabuhan Israel sampai Tel Aviv mengakhiri perang genosida di Gaza, Palestina.

Menolak untuk memberikan tekanan apa pun terhadap Israel, Washington memilih untuk menyerang target-target Houthi di Yaman.

Para pejabat AS—termasuk Koordinator Komunikasi Strategis di Dewan Keamanan Nasional di Gedung Putih John Kirby—mengatakan bahwa Washington berharap kelompok Houthi telah “menerima pesan tersebut”.

Merespons komentar itu, Houthi menegaskan bahwa demi membela rakyat Palestina di Gaza, mereka akan terus berdiri di pihak yang melawan kejahatan Israel.

Perang AS di Timur Tengah dari Masa ke Masa


Perang telah menjadi cara AS untuk memengaruhi geopolitik dan menyelesaikan masalah yang tidak dapat dicapai melalui cara lain di berbagai negara di Timur Tengah.

Inilah timeline singkat dari beberapa perang dan intervensi militer AS di Timur Tengah:

1. Perang di Lebanon (1982–1983)

Pada bulan Juni 1982, Israel menginvasi Lebanon. Ini bukan pertama kalinya Tel Aviv melakukan agresi militer besar-besaran terhadap tetangga kecilnya di Arab.

Ketika Israel berusaha melenyapkan kelompok perlawanan Palestina, Hizbullah, dan kelompok perlawanan Arab lainnya di negara tersebut, Washington datang untuk menyelamatkannya.

Pada bulan September 1982, AS mengirimkan kapal perang USS John Rodgers dan kapal penjelajah nuklir USS Virginia ke pantai Lebanon dalam operasi militer atas dasar apa yang disebut sebagai “pertahanan diri yang agresif”.

Kapal perang Amerika terlibat dalam pengeboman beberapa sasaran, termasuk kota Suk Al-Gharb.

2. Perang di Libya (1986)


Pada bulan Maret 1986, pemerintahan Presiden Ronald Reagan mengizinkan serangan militer besar-besaran terhadap sasaran militer Libya yang sebagian besar terfokus di Tripoli, Benghazi, Bandara Internasional Mitiga, dan Bandara Internasional Benina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Wabah Ebola RD Kongo...
Wabah Ebola RD Kongo Tembus 2.000 Kasus, Tewaskan 754 Korban
Hubungan yang Unik,...
Hubungan yang Unik, Menlu Iran Kunjungi Qatar Setelah Militernya Serang Doha
Rekomendasi
Ungkap Banyak Kejanggalan,...
Ungkap Banyak Kejanggalan, Munarman Minta KY dan MA Awasi Sidang Banding MNC Asia Vs CMNP
Imparsial Desak Prabowo...
Imparsial Desak Prabowo Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI
Era Coretax Didorong...
Era Coretax Didorong Jadi Momentum Reformasi Pemotongan Pajak Penghasilan
Berita Terkini
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved