Ukraina Kehilangan 500.000 Tentara selama Perang Melawan Rusia
Senin, 08 Januari 2024 - 21:40 WIB
loading...
500.000 tentara Ukraina diyakini tewas dibanti prajurit Rusia. Foto/Reuters
A
A
A
MOSKOW - Mantan Jaksa Agung Ukraina Yury Lutsenko mengungkapkan para pemimpin Ukraina harus jujur mengakui bahwa mereka telah kehilangan 500.000 anggota militer sejak awal konflik dengan Rusia. Dia juga menjelaskan tingkat korban tewas setiap bulannya mencapai sekitar 30.000 prajurit.
"Pemerintahan Presiden Vladimir Zelensky dapat meyakinkan warganya yang enggan untuk ikut berperang dengan secara terbuka mengakui kerugian besar di medan perang dan menyatakan bahwa keberadaan negara tersebut berada dalam bahaya," ujar Lutsenko, dilansir RT.
"Warga Ukraina harus mengetahui berapa banyak orang yang tewas, dan kemudian semua perdebatan mengenai mobilisasi akan diselesaikan,” tambahnya.
Mantan pejabat tersebut mengusulkan sejumlah langkah untuk mengatasi penghindaran wajib militer dan korupsi yang menghambat upaya wajib militer di negara tersebut. Dia menyarankan agar undang-undang baru harus diperkenalkan oleh Presiden Ukraina Vladimir Zelensky, menteri pertahanan negara itu, dan jenderal militer untuk menekankan keseriusan situasi ini.
“Mereka harus menyebutkan berapa banyak warga Ukraina yang tewas. Saya tahu bahwa berita ini akan diterima dengan buruk. Tapi tidak ada cara lain untuk mengeluarkan jutaan orang yang bersembunyi di balik cerita palsu yang bisa dilayani semua orang kecuali saya,” kata Lutsenko.
"Pemerintahan Presiden Vladimir Zelensky dapat meyakinkan warganya yang enggan untuk ikut berperang dengan secara terbuka mengakui kerugian besar di medan perang dan menyatakan bahwa keberadaan negara tersebut berada dalam bahaya," ujar Lutsenko, dilansir RT.
"Warga Ukraina harus mengetahui berapa banyak orang yang tewas, dan kemudian semua perdebatan mengenai mobilisasi akan diselesaikan,” tambahnya.
Mantan pejabat tersebut mengusulkan sejumlah langkah untuk mengatasi penghindaran wajib militer dan korupsi yang menghambat upaya wajib militer di negara tersebut. Dia menyarankan agar undang-undang baru harus diperkenalkan oleh Presiden Ukraina Vladimir Zelensky, menteri pertahanan negara itu, dan jenderal militer untuk menekankan keseriusan situasi ini.
“Mereka harus menyebutkan berapa banyak warga Ukraina yang tewas. Saya tahu bahwa berita ini akan diterima dengan buruk. Tapi tidak ada cara lain untuk mengeluarkan jutaan orang yang bersembunyi di balik cerita palsu yang bisa dilayani semua orang kecuali saya,” kata Lutsenko.
Lihat Juga :