Israel Bom Seluruh Gaza, 210 Warga Palestina Tewas dalam 24 Jam

Jum'at, 29 Desember 2023 - 06:50 WIB
loading...
Israel Bom Seluruh Gaza,...
Orang-orang menangis di samping tempat tidur seorang warga Palestina yang terluka dalam serangan Israel di rumah sakit di Khan Younis pada 28 Desember 2023. Foto/Ahmed Zakot/REUTERS
A A A
GAZA - Sebanyak 210 warga Palestina tewas dan lebih banyak lagi yang terluka dalam 24 jam terakhir, ketika pasukan Israel melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada Kamis (28/12/2023).

“Pemboman Israel menghantam rumah-rumah di Beit Lahia di utara, di kamp pengungsi al-Maghazi di wilayah tengah, dan di Khan Younis di selatan,” ungkap Kementerian Kesehatan Palestina.

Beberapa anak termasuk di antara mereka yang tewas. Di Beit Lahia, dua jurnalis tewas setelah serangan udara Israel menghantam rumah mereka.

Ahmad Khair al-Din dan Mohammed Khair al-Din menjadi reporter ke-104 dan ke-105 yang dibunuh Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Serangan baru Israel terhadap rumah sakit al-Amal di Khan Younis menewaskan 10 orang, melukai 21 orang lainnya, menurut Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS).

“PRCS mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam terhadap keselamatan stafnya yang bekerja di rumah sakit dan pusat komunitas, terutama sejak penargetan terbaru. Hari ini adalah penargetan kelima terhadap rumah sakit dan sekitarnya dalam waktu kurang dari seminggu,” ungkap PRCS di X.

“Intensifikasi pendudukan yang menargetkan sekitar Rumah Sakit al-Amal selama beberapa hari terakhir mungkin dianggap sebagai awal untuk menargetkannya secara langsung,” papar PRCS.

Baca juga: 'Hantu-hantu' Gaza Memburu Para Tentara Israel saat Tidur

Amir, 28 tahun, yang mengungsi ke Rafah di Gaza selatan, mengatakan kepada Middle East Eye bahwa makanan dan air bersih menjadi sangat langka.

“Saya dan keluarga saya terpaksa meninggalkan rumah kami sebanyak tiga kali,” papar dia. “Saya yakin tidak ada wilayah yang aman atau cocok untuk kehidupan manusia di seluruh Jalur Gaza.”

Dia menjelaskan, “Saya tidak pernah membayangkan sedikit pun bahwa saya tidak dapat memperoleh sepotong roti atau saya harus berdiri dalam antrean tanpa akhir untuk mendapatkan air minum!”

Pasukan Israel kembali melakukan serangan terhadap kamp al-Maghazi di Gaza tengah, yang menampung lebih dari 30.000 pengungsi yang secara resmi terdaftar di PBB.

Hal ini terjadi ketika tentara Israel mengakui pada Kamis bahwa mereka membunuh puluhan warga Palestina dalam serangan udara di kamp tersebut pada Malam Natal.

Seorang juru bicara militer mengatakan kepada Kan News bahwa militer menyesalkan serangan yang menewaskan 70 orang itu telah melukai orang-orang yang berada di sekitar sasaran yang dituju.

“Penyelidikan awal mengungkapkan selama serangan itu, bangunan-bangunan tambahan dirusak di dekat sasaran yang (dimaksudkan) diserang,” ungkap juru bicara itu kepada Kan.

“(Ini) rupanya mengakibatkan kerugian bagi mereka yang tidak terlibat… IDF menyesalkan kerugian bagi mereka yang tidak terlibat,” papar juru bicara militer rezim kolonial rasis Israel.

Israel sebelumnya telah mengebom kamp tersebut, namun serangan pada hari Minggu digambarkan sebagai salah satu yang “paling mematikan” sejak dimulainya konflik.

Fathiya, ibu dari enam putri dan dua putra, berbicara kepada Middle East Eye dari kamp al-Maghazi, di mana dia terpaksa mengungsi setelah rumahnya diserang.

“Di tengah suara-suara bom yang mengkhawatirkan, ketakutan yang terus-menerus akan bahaya yang akan terjadi, kelangkaan makanan, dan tidak adanya air minum yang aman, saya dan anak-anak saya juga bergulat dengan cuaca dingin yang ekstrem,” ungkap dia.

Lebih dari 21.320 orang kini telah dibunuh Israel di Jalur Gaza sejak perang dimulai, menurut Kementerian Kesehatan Palestina pada Kamis. Sebanyak 55.603 orang lainnya terluka.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Menteri Israel Kecam...
Menteri Israel Kecam AS karena Berdamai dengan Iran: Perilaku Tak Baik!
Rekomendasi
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Berita Terkini
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Infografis
4 Tentara Wanita Israel...
4 Tentara Wanita Israel yang Dibebaskan Tersenyum dan Lambaikan Tangan ke Warga Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved