Pakar: Usulan Trump Tunda Pilpres AS Sulit untuk Direalisasikan
Senin, 10 Agustus 2020 - 06:00 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump. FOTO/Reuters
A
A
A
WASHINGTON - Keinginan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump untuk menunda pemilihan presiden akan sulit untuk direalisasikan. Sejumlah pakar mengatakan bahwa Kongres harus mengubah Konstitusi AS untuk dapat merealisasikan keinginan Trump.
Trump menyarankan menunda pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November, karena kekhawatiran tentang kemungkinan kecurangan dalam pemungutan suara berbasis surat dan juga karena ancaman Covid-19.
(Baca: Trump: Rusia dan China Tidak Ingin Saya Kembali Menjadi Presiden AS )
Sejumlah politisi AS, termasuk Pemimpin Minoritas Senat, Mitch McConnell dan Pemimpin Minoritas DPR, Kevin McCarthy, tidak setuju dengan gagasan menunda pemilihan. Trump kemudian menjelaskan bahwa dia tidak ingin menunda pemilihan presiden, tetapi juga ingin menghindari pemilihan yang curang jika pemungutan suara berbasis surat diizinkan karena Covid-19.
"Tidak mungkin menunda pemilihan karena alasan apapun. Hukum federal menetapkan 3 November sebagai tanggal pemilihan umum dan hanya Kongres AS yang dapat mengubah tanggal ini, bukan presiden,” kata Profesor Ilmu Politik Universitas New Mexico, Lonna Atkeson seperti dilansir Sputnik.
"Konstitusi secara signifikan membatasi kemampuan Kongres untuk menunda pemilihan presiden berikutnya karena dalam keadaan apapun masa jabatan presiden tidak dapat diperpanjang pada tengah hari pada 20 Januari tahun berikutnya tanpa adanya amandemen khusus," sambungnya.
Dia menuturkan, sejarah AS tidak pernah melihat adanya penundaan pemilihan umum, bahkan selama Perang Saudara. "Jika 20 Januari tercapai dan tidak ada pemilihan, presiden harus meninggalkan kantor. Saya masih bertaruh kita adalah negara hukum," ungkapnya.
Trump menyarankan menunda pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November, karena kekhawatiran tentang kemungkinan kecurangan dalam pemungutan suara berbasis surat dan juga karena ancaman Covid-19.
(Baca: Trump: Rusia dan China Tidak Ingin Saya Kembali Menjadi Presiden AS )
Sejumlah politisi AS, termasuk Pemimpin Minoritas Senat, Mitch McConnell dan Pemimpin Minoritas DPR, Kevin McCarthy, tidak setuju dengan gagasan menunda pemilihan. Trump kemudian menjelaskan bahwa dia tidak ingin menunda pemilihan presiden, tetapi juga ingin menghindari pemilihan yang curang jika pemungutan suara berbasis surat diizinkan karena Covid-19.
"Tidak mungkin menunda pemilihan karena alasan apapun. Hukum federal menetapkan 3 November sebagai tanggal pemilihan umum dan hanya Kongres AS yang dapat mengubah tanggal ini, bukan presiden,” kata Profesor Ilmu Politik Universitas New Mexico, Lonna Atkeson seperti dilansir Sputnik.
"Konstitusi secara signifikan membatasi kemampuan Kongres untuk menunda pemilihan presiden berikutnya karena dalam keadaan apapun masa jabatan presiden tidak dapat diperpanjang pada tengah hari pada 20 Januari tahun berikutnya tanpa adanya amandemen khusus," sambungnya.
Dia menuturkan, sejarah AS tidak pernah melihat adanya penundaan pemilihan umum, bahkan selama Perang Saudara. "Jika 20 Januari tercapai dan tidak ada pemilihan, presiden harus meninggalkan kantor. Saya masih bertaruh kita adalah negara hukum," ungkapnya.
Lihat Juga :