China Ingin Donald Trump Kalah dalam Pilpres 2020 AS

Sabtu, 08 Agustus 2020 - 13:59 WIB
loading...
China Ingin Donald Trump...
Donald Trump, Presiden Amerika Serikat saat ini yang juga kandidat petahana dari Partai Republik dalam pilpres 2020 Amerika Serikat. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Pejabat tinggi kontraintelijen Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahwa Rusia, China dan Iran akan mencoba untuk ikut campur dalam pemilihan presiden ( pilpres ) 2020 di Amerika. Pejabat itu menyebut China menginginkan kandidat petahana Partai Republik, Donald Trump , kalah dalam pilpres November mendatang karena sosoknya sulit diprediksi.

Dalam pernyataan publik yang tidak biasa, Direktur Pusat Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional (NCSC); William Evanina, mengatakan ketiga negara yang dia sebutkan menggunakan disinformasi online dan cara lain untuk mencoba memengaruhi pemilih, menimbulkan kekacauan, dan merusak kepercayaan pemilih Amerika dalam proses demokrasi.

"Kami menilai bahwa China lebih suka Presiden Trump—yang menurut Beijing tidak dapat diprediksi—tidak memenangkan pemilihan ulang," kata Evanina. (Baca: Rusia dan Iran Ejek Hadiah Tangkap Peretas Pengacau Pilpres AS )

"China telah memperluas upaya pengaruhnya menjelang November 2020 untuk membentuk lingkungan kebijakan di Amerika Serikat, menekan para tokoh politik yang dipandangnya bertentangan dengan kepentingan China, dan menangkis serta melawan kritik terhadap China," ujarnya pada hari Jumat, yang dilansir AFP, Sabtu (8/8/2020).

Dia menunjuk pada kritik China terhadap penanganan Trump terhadap epidemi virus corona, penutupan konsulat China di Houston oleh AS, dan sikap pemerintah AS terhadap tindakan China di Hong Kong dan Laut China Selatan.

"Beijing menyadari bahwa semua upaya ini mungkin memengaruhi pemilihan presiden," kata Evanina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
1 Anggota Pasukan Perdamaian...
1 Anggota Pasukan Perdamaian PBB Tewas, 2 Terluka Akibat Serangan Artileri di Lebanon
AS-Israel, Negara Sekutu...
AS-Israel, Negara Sekutu Dekat tapi Perang Intelijen
Rekomendasi
Sinopsis Disclosure...
Sinopsis Disclosure Day, Film Terbaru Steven Spielberg tentang Rahasia Alien yang Guncang Dunia
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
Dari Suara Tawa hingga...
Dari Suara Tawa hingga Sosok di Atas Pohon, Ini Pengalaman Paling membekas bagi Angga ABK!
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved