Trump: Rusia dan China Tidak Ingin Saya Kembali Menjadi Presiden AS

Minggu, 09 Agustus 2020 - 13:19 WIB
loading...
Trump: Rusia dan China...
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump percaya bahwa dia adalah orang terakhir yang Rusia dan China ingin lihat sebagai presiden AS. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump percaya bahwa dia adalah orang terakhir yang Rusia dan China ingin lihat sebagai presiden AS. Trump kembali maju dalam pemilihan Presiden AS yang dijadwalkan berlangsung 3 November mendatang.

"Orang terakhir yang ingin dilihat Rusia di kantor (Presiden AS) adalah Donald Trump, karena tidak ada yang lebih tangguh di Rusia daripada saya," kata Trump, seperti dilansir Tass pada Minggu (9/8/2020).

( Baca juga: Trump Mulai Mainkan Isu Agama, Sebut Biden Melawan Tuhan )

Ketika diminta untuk mengomentari laporan dugaan campur tangan asing ke dalam pemungutan suara AS, Trump mengatakan pihaknya akan terus melakukan penyelidikan akan hal ini. "Kami akan melihat itu lebih dekat," ucapnya.

Pernyataan itu muncul tidak lama setelah adanya laporan oleh Direktur Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional (NCSC), William Evanina. Evanina mengatakan, Rusia berusaha untuk menjelekan lawan Trump, Joe Biden.

"China dan Iran, pada saat yang sama, enggan melihat Trump terpilih kembali," ucapnya. ( Baca juga: Serangan Rudal Rusia Tak Terkendali, Bisa Balas Serangan Apa Saja )

Sementara itu, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa menjelang pemilihan Presiden AS, semakin banyak laporan paranoid tentang dugaan campur tangan Rusia akan muncul. "Mereka pasti tidak ada hubungannya dengan kebenaran," ujarnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved