6 Pasangan Bapak dan Anak yang Sama-sama Pernah Jadi Presiden dan Perdana Menteri
Sabtu, 16 Desember 2023 - 19:37 WIB
loading...
A
A
A
Perempuan kelahiran 1953 harus "diasingkan lagi" dan suaminya masuk penjara. Tahun 2006, setelah 11 tahun berada di pengasingan, Benazir kembali ke Pakistan dan mencoba peruntungan di dunia politik. Malang, ia terbunuh dalam ledakan bom.
Ferdinand Emmanuel Edralin Marcos Sr. adalah Presiden kesepuluh Filipina. Ia menjabat dari 30 Desember 1965 hingga 25 Februari 1986. Marcos digulingkanoleh pemberontakan rakyatpadatahun 1986 dan meninggal di Hawai pada 1989.
Pada Juni 2022, anak Marcos yakni Ferdinand Marcos Jr atau akrab dipanggil Bongbong Marcos resmi dilantik menjadi Presiden Filipina menggantikan Rodrigo Duterte. Pelantikan Bongbong Marcos menandai puncak dari perjuangan selama puluhan tahun oleh keluarganya untuk merebut kembali kejayaan politik mereka.
Sebagai negara, Singapura baru merdeka sejak 31 Agustus 1963. Sejak itu Singapura baru melahirkan tiga orang perdana menteri. Pada 1954 pendiri Singapura Lee Kuan Yew menjadi Perdana Menteri pertama Singapura ketika negara ini bercerai dari Federasi Malaysia, 9 Agustus 1965. Lee menjabat PM dari tahun 1954–1990 hasil dari delapan kali partai Lee yakni Partai Aksi Rakyat (PAP) memenangkan Pemilu
Anak sulung Lee yakni Lee Hsien Loong dilantik menjadi Perdana Menteri Singapura ketiga yang menjabat sejak 12 Agustus 2004 hingga saat ini. Lee merupakan pemimpin tertinggi dari PAP dan mantan perwira Angkatan Bersenjata Singapura
Pierre Trudeau menjabat sebagai Perdana Menteri Kanada pada periode 1986-1979 dan 1980-1984. Sang anak Pierre yakni Justin Trudeau dilantik menjadi Perdana Menteri Kanada ke-23 pada 4 November 2015.
Sebelum menjadi PM, Justin Trudeau terpilih sebagai Pemimpin Partai Liberal pada April 2013. Kemudian pada 19 Oktober 2015, dia berhasil membawa partainya menjadi mayoritas di pemerintahan dengan kursi di setiap provinsi dan teritori di seluruh negeri.
4. Ferdinand Marcos dan Bongbong Marcos (Filipina)
Ferdinand Emmanuel Edralin Marcos Sr. adalah Presiden kesepuluh Filipina. Ia menjabat dari 30 Desember 1965 hingga 25 Februari 1986. Marcos digulingkanoleh pemberontakan rakyatpadatahun 1986 dan meninggal di Hawai pada 1989.
Pada Juni 2022, anak Marcos yakni Ferdinand Marcos Jr atau akrab dipanggil Bongbong Marcos resmi dilantik menjadi Presiden Filipina menggantikan Rodrigo Duterte. Pelantikan Bongbong Marcos menandai puncak dari perjuangan selama puluhan tahun oleh keluarganya untuk merebut kembali kejayaan politik mereka.
5. Lee Kuan Yew dan Lee Hsien Loong (Singapura)
Sebagai negara, Singapura baru merdeka sejak 31 Agustus 1963. Sejak itu Singapura baru melahirkan tiga orang perdana menteri. Pada 1954 pendiri Singapura Lee Kuan Yew menjadi Perdana Menteri pertama Singapura ketika negara ini bercerai dari Federasi Malaysia, 9 Agustus 1965. Lee menjabat PM dari tahun 1954–1990 hasil dari delapan kali partai Lee yakni Partai Aksi Rakyat (PAP) memenangkan Pemilu
Anak sulung Lee yakni Lee Hsien Loong dilantik menjadi Perdana Menteri Singapura ketiga yang menjabat sejak 12 Agustus 2004 hingga saat ini. Lee merupakan pemimpin tertinggi dari PAP dan mantan perwira Angkatan Bersenjata Singapura
6. Pierre Trudeau dan Justin Trudeau(Kanada)
Pierre Trudeau menjabat sebagai Perdana Menteri Kanada pada periode 1986-1979 dan 1980-1984. Sang anak Pierre yakni Justin Trudeau dilantik menjadi Perdana Menteri Kanada ke-23 pada 4 November 2015.
Sebelum menjadi PM, Justin Trudeau terpilih sebagai Pemimpin Partai Liberal pada April 2013. Kemudian pada 19 Oktober 2015, dia berhasil membawa partainya menjadi mayoritas di pemerintahan dengan kursi di setiap provinsi dan teritori di seluruh negeri.
(wyn)
Lihat Juga :