Afghanistan Sepakat Bebaskan Ratusan Anggota Garis Keras Taliban

Minggu, 09 Agustus 2020 - 19:35 WIB
loading...
Afghanistan Sepakat...
Pembebasan ini membuka jalan bagi dimulainya pembicaraan damai yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang berlangsung lebih dari 19 tahun. Foto/REUTERS
A A A
KABUL - Majelis besar Afghanistan , atau Loya Jirga, menyetujui pembebasan 400 anggota garis keras Taliban . Pembebasan ini membuka jalan bagi dimulainya pembicaraan damai yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang berlangsung lebih dari 19 tahun.

"Untuk menghilangkan rintangan, mengizinkan dimulainya proses perdamaian dan mengakhiri pertumpahan darah, Loya Jirga menyetujui pembebasan 400 Taliban," kata majelis dalam sebuah resolusi, seperti dilansir Reuters pada Minggu (9/8/2020).

( Baca juga: Netizen Jodohkan AHY dengan Prabowo, Demokrat: Pemilu Masih Jauh )

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani telah mengadakan pertemuan Kabul, di mana sekitar 3.200 pemimpin komunitas dan politisi Afghanistan berkumpul di tengah keamanan yang ketat dan kekhawatiran tentang pandemi Covid-19 untuk memberitahu pemerintah apakah para tahanan harus dibebaskan.

Taliban bersikeras mereka dibebaskan sebagai syarat untuk memasuki pembicaraan damai dengan pemerintah. Dengan pembebasan tersebut, pemerintah Afghanistan akan memenuhi janjinya untuk membebaskan 5.000 tahanan Taliban.

( Baca juga: TikTok Dijual, Twitter Terang-Terangan Ingin Kalahkan Tawaran Microsoft )

Musyawarah seputar pembebasan kelompok terakhir tahanan Taliban, yang dituduh melakukan beberapa serangan paling berdarah di Afghanistan, telah memicu kemarahan di antara warga sipil dan kelompok hak asasi yang mempertanyakan moralitas proses perdamaian.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Taliban Deklarasikan...
Taliban Deklarasikan Negara Bernama Imarah Islam Afghanistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved