Majelis Umum PBB Dukung Gencatan Senjata Segera di Gaza, Pelaksanaannya Ditunggu

Kamis, 14 Desember 2023 - 15:43 WIB
loading...
Majelis Umum PBB Dukung...
Majelis Umum PBB mengadopsi rancangan resolusi yang menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza, di New York, Amerika Serikat, pada 12 Desember 2023. Foto/Fatih Aktas/Anadolu Agency
A A A
NEW YORK - Majelis Umum PBB telah memberikan suara terbanyak untuk mendukung gencatan senjata kemanusiaan segera di Jalur Gaza.

Kini, seorang pejabat Majelis Umum PBB menekankan pada Rabu (13/12/2023) bahwa resolusi tersebut harus dilaksanakan.

“Presiden Majelis Umum (PGA) Dennis Francis sangat yakin bahwa apa yang terjadi kemarin adalah kemenangan seumur hidup,” ungkap juru bicara Majelis Umum PBB, Monica Grayley, kepada wartawan di New York.

Pernyataannya muncul sehari setelah 153 negara di Majelis Umum PBB memberikan suara mendukung rancangan resolusi yang menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza, sementara 10 negara menentangnya dan 23 negara abstain.

“Sekarang saatnya resolusi tersebut diimplementasikan,” tegas Grayley.

Menurut dia, adopsi resolusi tersebut merupakan “ekspresi yang jelas” oleh Majelis Umum.

Grayley juga mengatakan pemimpin umat Katolik dunia Paus Fransiskus “sangat konsisten” dengan apa yang dia katakan sejak 7 Oktober bahwa permusuhan harus segera dihentikan.



Secara terpisah, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengatakan adopsi resolusi tersebut mengirimkan “pesan yang jelas” dari komunitas internasional.

“Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB (Antonio Guterres) akan terus mengadvokasi dan mendorong gencatan senjata kemanusiaan baik secara publik maupun pribadi,” ungkap Dujarric.

Israel telah membombardir Jalur Gaza dari udara dan darat, memberlakukan pengepungan dan melancarkan serangan darat sebagai pembalasan atas serangan lintas batas yang dilakukan kelompok Perlawanan Palestina, Hamas, pada 7 Oktober.

Sebanyak 18.608 warga Palestina telah terbunuh dan 50.594 terluka dalam serangan gencar Israel, menurut otoritas kesehatan Gaza.

Korban tewas resmi Israel dalam serangan Hamas mencapai 1.200 orang, sementara sekitar 139 orang masih disandera, menurut angka resmi.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Israel Serang Sekolah...
Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Orang Tewas
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
Otoritas Palestina Kecam...
Otoritas Palestina Kecam Rencana Israel Makin Pecah Belah Wilayah Gaza
Mahasiswa Yahudi Merantai...
Mahasiswa Yahudi Merantai Diri di Gerbang Universitas Columbia, Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
Qatar, UEA, dan Israel...
Qatar, UEA, dan Israel Gelar Latihan Militer Bersama di Yunani
Calon Kuat Presiden...
Calon Kuat Presiden Korsel Setelah Yoon Suk Yeol Digulingkan, Salah Satunya Pendukung Senjata Nuklir
Yoon Suk Yeol Jadi Presiden...
Yoon Suk Yeol Jadi Presiden Ke-2 Korsel yang Dimakzulkan, Tak Dapat Uang Pensiun
Rekomendasi
Tol Palikanci Ramai...
Tol Palikanci Ramai Lancar, Arus Balik Diprediksi Memuncak Sabtu-Minggu
Chip AI Jadi Senjata...
Chip AI Jadi Senjata China untuk Melawan AS Terkait Tarif Impor Baru
Pemakaman Ray Sahetapy...
Pemakaman Ray Sahetapy Diselimuti Suasana Haru, Tangis Keluarga Tak Terbendung
Berita Terkini
Siapa Sultan Hassanal...
Siapa Sultan Hassanal Bolkiah? Raja Brunei yang Punya Koleksi Ribuan Mobil
16 menit yang lalu
4 Bulan setelah Deklarasikan...
4 Bulan setelah Deklarasikan Darurat Militer, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang Dimakzulkan Akhirnya Dicopot
1 jam yang lalu
Siapa Yuri Napso? Anggota...
Siapa Yuri Napso? Anggota Parlemen Rusia Dipecat setelah Membolos Kerja selama 200 Hari Tanpa Alasan
2 jam yang lalu
Pihak Ketiga Berusaha...
Pihak Ketiga Berusaha Gagalkan Perundingan AS-Rusia, Siapa Mereka?
3 jam yang lalu
Trump Pilih Kasih, Mengapa...
Trump Pilih Kasih, Mengapa AS Tidak Kenakan Perang Tarif kepada Rusia?
4 jam yang lalu
Siapa Sultan Qaboos?...
Siapa Sultan Qaboos? Penguasa Oman yang Berkuasa 50 Tahun setelah Menggulingkan Ayahnya dalam Kudeta Istana
5 jam yang lalu
Infografis
Anggap Zelensky Tidak...
Anggap Zelensky Tidak Populer, Trump Dukung Pemilu di Ukraina
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved