Gempur Gaza, Israel Dapat 2 Pukulan Telak: Kekalahan Terburuk dan Isolasi Diplomatik

Rabu, 13 Desember 2023 - 23:14 WIB
loading...
Gempur Gaza, Israel...
Israel menerima dua pukulan telak dalam kampanye militernya di Jalur Gaza. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
JALUR GAZA - Israel mendapatkan sekaligus dua pukulan telak di tengah kampanye perang membabi butanya di Jalur Gaza . Negara Zionis itu harus menerima kenyataan menderita kerugian pertempuran terburuk dalam kampanye militer selama lebih dari sebulan di Jalur Gaza dan menghadapi isolasi diplomatik yang semakim besar ketika kematian warga sipil meningkat dan bencana kemanusiaan memburuk.

Israel mengumumkan kekalahan terburuk dalam pertempuran selama lebih dari sebulan pada Rabu (13/12/2023) setelah penyergapan di reruntuhan Kota Gaza.

Dilansir dari Reuters, Israel melaporkan sepuluh tentaranya tewas dalam 24 jam terakhir, termasuk seorang kolonel yang memimpin pangkalan dan seorang letnan kolonel yang memimpin resimen. Ini merupakan kerugian satu hari terburuk sejak 15 orang tewas pada 31 Oktober.

Baca Juga: Berupaya Selamatkan Sandera, Pasukan Khusus Israel Tewas Disergap Hamas

Militer Israel mengatakan sebagian besar korban tewas terjadi di distrik Shejaiya di Kota Gaza di utara, di mana tentara disergap saat mencoba menyelamatkan sekelompok tentara lain yang menyerang pejuang di sebuah gedung.

Hamas mengatakan insiden tersebut menunjukkan bahwa pasukan Israel tidak akan pernah bisa menaklukkan Gaza.

"Semakin lama Anda tinggal di sana, semakin besar pula kerugian dan kematian Anda, dan Anda akan keluar dari sana dengan membawa kekecewaan dan kerugian, Insya Allah," kata Hamas.

Israel melancarkan kampanyenya untuk memusnahkan kelompok militan Hamas yang menguasai Gaza dengan simpati global setelah para pejuangnya menyerbu pagar perbatasan pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 warga Israel, sebagian besar warga sipil, dan menyandera 240 orang.

Namun sejak saat itu, pasukan Israel mengepung daerah kantong tersebut dan menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut, dengan lebih dari 18.000 orang dipastikan tewas menurut otoritas kesehatan Palestina, dan ribuan lainnya dikhawatirkan tertimbun reruntuhan atau di luar jangkauan ambulans.

Baca Juga: PBB Sahkan Resolusi Gencatan Senjata di Jalur Gaza

Sejak gencatan senjata selama seminggu gagal pada awal Desember, pasukan Israel telah memperluas kampanye darat mereka dari Jalur Gaza utara ke selatan dengan menyerbu kota utama Khan Younis di selatan.

Israel pun kemudian mendapatkan pukulan telak kedua adalah saat Majelis Umum PBB menuntut gencatan senjata. Meski tidak memiliki kekuatan hukum, namun itu adalah tanda kuat dari terkikisnya dukungan internasional terhadap tindakan Israel. Tiga perempat dari 193 negara anggota memberikan suara mendukung dan hanya delapan negara yang bergabung dengan Amerika Serikat dan Israel dalam memberikan suara menentang.

Sebelum pemungutan suara, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan Israel masih mendapat dukungan dari "sebagian besar dunia" untuk perjuangan melawan Hamas.

“Tetapi mereka mulai kehilangan dukungan karena pemboman tanpa pandang bulu yang terjadi,” katanya pada sebuah acara donor kampanye.

Dalam tanda perpecahan yang paling umum antara para pemimpin AS dan Israel sejauh ini, Biden mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu perlu mengubah pemerintahan garis kerasnya, dan pada akhirnya Israel “tidak bisa mengatakan tidak” pada negara Palestina merdeka, yang ditentang oleh banyak anggota sayap kanan kabinet Israel.

Baca Juga: Sembarangan Bombardir Jalur Gaza, Biden: Israel Kehilangan Dukungan

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Selat Hormuz Ditutup,...
Selat Hormuz Ditutup, AS dan Iran Saling Lancarkan Serangan Rudal
Kesaksian Pilot Jet...
Kesaksian Pilot Jet Tempur F-15 AS: Drone-Drone Iran seperti Ranjau Darat
Rekomendasi
Kejagung Perintahkan...
Kejagung Perintahkan Kepala Kejati Hentikan Pengumpulan Data Program MBG
Kemendikdasmen Terbitkan...
Kemendikdasmen Terbitkan SE Pembatasan Penggunaan Gawai di Sekolah
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Kakbah pada 15—16 Juli, Menag Ajak Pastikan Ketepatan Arah Kiblat
Berita Terkini
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
Eks Komandan IRGC: Iran...
Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih
AS Bombardir Iran Pagi...
AS Bombardir Iran Pagi Ini usai Trump Janji Serang Teheran Sangat Keras
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved