Abaikan Krisis Kemanusiaan, AS Tidak Beri Israel Tenggat Waktu Akhiri Operasi di Jalur Gaza

Jum'at, 08 Desember 2023 - 16:56 WIB
loading...
Abaikan Krisis Kemanusiaan,...
Abaikan krisis kemanusiaan, AS tidak beri Israel tenggat waktu untuk mengakhiri operasi di Jalur Gaza. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) tidak memberikan Israel tenggat waktu untuk mengakhiri operasi tempur besar-besarannya di Jalur Gaza di tengah krisis kemanusiaan yang melanda di daerah kantong Palestina itu.

Menurut asisten keamanan nasional Gedung Putih John Finer, jika perang berakhir sekarang, kelompok militan Hamas akan terus menimbulkan ancaman.

"Kami belum memberikan tenggat waktu yang pasti kepada Israel, dan ini bukan peran kami. Ini adalah konflik mereka. Meski begitu, kami memiliki pengaruh, bahkan jika kami tidak memiliki kendali penuh atas apa yang terjadi di Gaza," kata Finer di Forum Keamanan Aspen di Washington seperti dikutip dari The New Arab, Jumat (8/12/2023).

Dikatakan oleh Finer bahwa Israel mempunyai dua tujuan di Gaza; memastikan Hamas tidak dapat lagi memerintah daerah kantong padat penduduk tersebut dan tidak dapat lagi menjadi ancaman bagi Israel setelah serangan mematikan tanggal 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang dan menculik 240 lainnya.

“Sejujurnya, jika perang dihentikan hari ini, (Hamas) akan terus menimbulkan (ancaman) dan itulah sebabnya kami belum bisa meminta Israel untuk menghentikan atau memaksakan gencatan senjata,” ucap Finer.

Baca Juga: Israel Abaikan Sekjen PBB: Perang Gaza Akan Berakhir dengan Menyerahnya Hamas

Mengutip laporan Israel, Finer mengatakan AS percaya bahwa ada banyak target militer yang sah yang masih ada di Gaza selatan, termasuk "sebagian besar meski tidak banyak" kepemimpinan Hamas dan Washington tidak memiliki bukti apa pun yang bertentangan dengan penilaian tersebut.

Finer mengakui ada beberapa aspek dalam cara operasi militer Israel di Gaza utara yang dilakukan yang tidak menunjukkan “perhatian yang memadai” terhadap kehidupan warga sipil. Ia pun mengulangi seruan AS untuk memperbaiki aspek-aspek tersebut.

“Kami bekerja hari demi hari dan terlibat secara langsung setiap hari, termasuk hari ini, sejujurnya, antara Presiden (AS) dan Perdana Menteri (Israel) mengenai bagaimana konflik terjadi di seluruh wilayah Gaza, namun dengan fokus khusus di wilayah selatan,” ungkap Finer.

Finer merujuk pada percakapan telepon yang terjadi pada Kamis pagi waktu setempat antara Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Belum ada rincian mengenai pembicaraan tersebut, namun pernyataan akan dikeluarkan kemudian.

Israel telah melancarkan perang yang belum pernah terjadi sebelumnya di Jalur Gaza, tanpa pandang bulu menewaskan lebih dari 17.000 orang sejak 7 Oktober, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil.

Baca Juga: Jenderal Iran Ledek Zionis: Israel Tak Mampu Perang Jangka Panjang Melawan Hamas

Mereka juga telah melakukan pengepungan terhadap daerah kantong tersebut, membombardirnya dari udara dan melancarkan serangan darat.

Sekitar 80 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi.

Ada seruan internasional untuk mengadili pejabat Israel atas kejahatan perang, termasuk genosida. Para pejabat Israel – meskipun pemerintah menyangkal bahwa mereka sengaja menargetkan warga sipil – secara terbuka menyerukan pemindahan paksa warga Gaza dan memusnahkan wilayah tersebut.

Para pejabat tinggi AS, termasuk Wakil Presiden Kamala Harris dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken, telah mendesak Israel secara terbuka untuk melakukan serangan yang lebih besar di Gaza selatan untuk menghindari banyak korban sipil yang diakibatkan oleh serangan mereka di utara.

Namun sejak gencatan senjata sementara antara Israel dan Hamas runtuh pada Jumat lalu, ratusan warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel di selatan.

Baca Juga: AS Tolak Proposal Zona Penyangga Versi Zionis di Gaza

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Dibombardir AS, Tentara...
Dibombardir AS, Tentara Iran Tewas di Pelabuhan Jask
Menhan Israel Puas Gaza...
Menhan Israel Puas Gaza Hancur: Senang, Bukan?
Rekomendasi
Sucor AM Manfaatkan...
Sucor AM Manfaatkan Ajang Lari Perkuat Literasi Investasi
Skuad Prancis Jadi Korban...
Skuad Prancis Jadi Korban Rasisme di Piala Dunia 2026, Bek Spanyol Meradang
Mahfud MD Ungkap Skenario...
Mahfud MD Ungkap Skenario Eks Jampidsus Ajukan Praperadilan dan Berakhir Menang
Berita Terkini
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved