Putin Dikawal 4 Jet Tempur Rusia dalam Lawatan ke Timur Tengah

Kamis, 07 Desember 2023 - 08:57 WIB
loading...
Putin Dikawal 4 Jet...
Menlu UEA Abdullah bin Zayed Al Nahyan menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin saat tiba di bandara Abu Dhabi, UEA, Rabu (6/12/2023). Foto/AP
A A A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin ke Timur Tengah dengan dikawal empat jet tempur Rusia pada Rabu (6/12/2023) untuk perjalanan yang jarang terjadi ke luar negeri.

Dia akan membahas minyak, Gaza dan Ukraina dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman (MBS), menurut laporan Reuters.

Pertemuan Putin dengan Pangeran Saudi yang dikenal sebagai MBS, terjadi setelah harga minyak turun meskipun ada janji dari OPEC+, yang merupakan kelompok Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya yang dipimpin Rusia, untuk mengurangi produksi lebih lanjut.

Pesawat Putin dikawal jet tempur Sukhoi-35S yang ditunjukkan Kementerian Pertahanan Rusia terbang di samping pesawat Ilyushin-96 yang dinaikinya dari Rusia ke Uni Emirat Arab.

Di Abu Dhabi, Presiden Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan menyambut “sahabatnya” itu. Jet UEA menyambut pemimpin Rusia tersebut dengan terbang melintas dengan menaburkan warna bendera Rusia di langit.

“Hubungan kami, sebagian besar berkat posisi Anda, telah mencapai tingkat tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Putin kepadanya. “UEA adalah mitra dagang utama Rusia di dunia Arab.”

Baca juga: Brigade Al-Qaasam Hancurkan 25 Kendaraan Militer Israel di Khan Yunis, Pasang Banyak Jebakan

Delegasi Rusia terdiri dari para pejabat tinggi bidang minyak, ekonomi, urusan luar negeri, ruang angkasa, dan energi nuklir.

Putin mengatakan Rusia dan UEA bekerja sama sebagai bagian dari OPEC+, yang anggotanya memproduksi lebih dari 40% minyak dunia, dan mereka akan membahas konflik Israel-Palestina dan Ukraina.

Setelah UEA, Putin dijadwalkan melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk pertemuan tatap muka pertamanya dengan MBS sejak Oktober 2019.

Kunjungan terakhirnya ke wilayah tersebut adalah pada Juli 2022, ketika dia bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.

Belum jelas apa yang ingin dibicarakan Putin, yang jarang meninggalkan Rusia sejak awal perang Ukraina.

Yang pasti pembicaraan itu secara khusus akan membahas minyak atau geopolitik dengan Putra Mahkota Saudi eksportir minyak mentah terbesar di dunia.

Perjalanan untuk bertemu MbS, hanya beberapa hari setelah pertemuan penting OPEC+ ditunda itu tampak terburu-buru. Salah satu sumber mengatakan kepada Reuters sebelumnya bahwa MBS berencana mengunjungi Moskow.

Putin yang terakhir kali mengunjungi wilayah tersebut pada pertengahan tahun 2022, akan menjamu Presiden Iran Ebrahim Raisi di Moskow pada Kamis.

Putin dan MBS


Kremlin mengatakan, selain minyak, Putin dan MBS akan membicarakan perang antara Israel dan Hamas, situasi di Suriah dan Yaman, dan isu-isu seperti memastikan stabilitas di Teluk. Sementara seorang ajudannya mengatakan Ukraina juga akan dibahas.

Putin dan MBS yang bersama-sama mengendalikan seperlima produksi minyak dunia setiap hari, telah lama menjalin hubungan dekat, meski keduanya terkadang dikucilkan oleh Barat.

Pada KTT G20 tahun 2018, hanya dua bulan setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi, Putin dan MBS melakukan tos dan berjabat tangan sambil tersenyum.

MBS, 38 tahun, telah berusaha menegaskan kembali Arab Saudi sebagai kekuatan regional yang tidak terlalu bergantung pada Amerika Serikat, yang memasok sebagian besar senjatanya ke Riyadh.

Putin yang mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022, mengatakan Rusia terlibat dalam pertempuran sengit dengan Barat.

Presiden Rusia telah menjalin hubungan dengan sekutu di Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, dan Asia, di tengah upaya Barat mengisolasi Moskow.

MBS maupun Putin (71) menginginkan dan membutuhkan harga minyak yang tinggi, yang merupakan sumber kehidupan perekonomian mereka.

Pertanyaan bagi keduanya adalah seberapa besar beban yang harus ditanggung masing-masing negara untuk menjaga harga tetap tinggi dan bagaimana memverifikasi beban tersebut.

OPEC+


OPEC+, bulan lalu, menunda pertemuannya beberapa hari karena ketidaksepakatan mengenai tingkat produksi.

Menteri Energi Saudi mengatakan OPEC+ juga menginginkan lebih banyak jaminan dari Moskow bahwa mereka akan menepati janjinya untuk mengurangi ekspor bahan bakar.

Hubungan antara Saudi dan Rusia di OPEC+ terkadang tidak mudah dan kesepakatan mengenai pengurangan produksi hampir gagal pada Maret 2020, karena pasar sudah terguncang oleh timbulnya pandemi COVID.

Namun keduanya berhasil memperbaiki hubungan mereka dalam beberapa pekan dan OPEC+ setuju untuk memangkas hampir 10% permintaan global.

Sejak pecahnya perang antara Israel dan Hamas pada Oktober, Putin menganggap konflik tersebut sebagai kegagalan kebijakan AS di Timur Tengah. Rusia telah membina hubungan dengan sekutu Arab dan Iran, serta dengan kelompok pejuang Palestina.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
Keseleo Lidah, Trump...
Keseleo Lidah, Trump Sebut Kapal Induk AS Diserang Rudal "Republik Islam Jepang"
Arab Saudi Terbitkan...
Arab Saudi Terbitkan Paket Visa Elektronik untuk Pelancong Indonesia, Apa Itu?
Rekomendasi
18 Sekolah Ikut Kejuaraan...
18 Sekolah Ikut Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026, Dorong Olahraga Inklusif di Indonesia
Jelang Muktamar ke-35...
Jelang Muktamar ke-35 NU, Nama KH Zulfa Mustofa Masuk Bursa Calon Ketum PBNU
Rudi Margono Jadi Plt...
Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus, Ini Rekam Jejak Pemikirannya tentang Perampasan Aset
Berita Terkini
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved