Terus Dibombardir Israel, Warga Jalur Gaza Kehabisan Tempat Aman

Selasa, 05 Desember 2023 - 20:41 WIB
loading...
Terus Dibombardir Israel,...
Warga Palestina di Jalur Gaza kehabisan tempat yang aman dari serangan Israel yang terus membombardir wilayah itu. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
JALUR GAZA - Warga Palestina di Jalur Gaza tidak punya tempat untuk pergi ketika tentara Israel melanjutkan serangannya di daerah kantong tersebut setelah berakhirnya gencatan senjata dengan Hamas . Hal itu diungkapkan seorang seorang pejabat PBB.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengalihkan fokusnya ke bagian selatan Gaza dan mendesak penduduk untuk mengungsi. Namun, warga Palestina dan kelompok hak asasi manusia mengecam tindakan tersebut setelah wilayah tersebut awalnya dinyatakan sebagai zona aman ketika Israel melancarkan serangan balasan menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober lalu.

“Orang-orang meminta saran tentang di mana mencari keselamatan. Tidak ada yang perlu kami sampaikan kepada mereka,” kata Kepala Badan Bantuan dan Pekerja PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Jalur Gaza, Thomas White, seperti dikutip dari RT, Selasa (5/12/2023).

Baca Juga: Gedung Putih: Terlalu Banyak Warga Sipil Tak Bersalah yang Tewas di Gaza

Menurut laporan media, pertempuran sengit terjadi di dekat kota terbesar di Gaza selatan, Khan Younis, sekitar 10 km dari perbatasan Rafah dengan Mesir.

IDF memperingatkan warga Jalur Gaza pada hari Senin bahwa beberapa daerah di utara dan timur Khan Younis “sangat berbahaya,” menawarkan mereka jalan menuju kamp pengungsi di distrik Rafah.

Pada hari yang sama, White mengatakan situasi kemanusiaan memburuk dari waktu ke waktu ketika gelombang pengungsian kembali terjadi dan jalan-jalan menuju perbatasan tersumbat oleh mobil dan gerobak keledai.

Dia menambahkan bahwa bahkan di Rafah suara serangan udara menandai hari itu.

Pejabat PBB pada Selasa menyatakan bahwa Rafah, yang biasanya berpenduduk 280.000 jiwa, tidak akan mampu mengatasi gelombang pengungsi karena sudah menampung sekitar 470.000 pengungsi. Sementara itu, penyedia telekomunikasi Palestina PalTel mengumumkan gangguan total layanan komunikasi di Gaza akibat pemboman Israel.

Baca Juga: Tank-tank Israel Dilaporkan Masuki Selatan Jalur Gaza

Perusahaan tersebut kemudian melaporkan bahwa layanan di wilayah tengah dan selatan daerah kantong tersebut secara bertahap dipulihkan setelah terputus dari pihak Israel.

Juru bicara IDF Daniel Hagari sebelumnya mengatakan pasukan Israel akan beroperasi dengan kekuatan maksimum melawan teroris dan infrastruktur Hamas sambil meminimalkan kerugian terhadap warga sipil yang ditempatkan Hamas di sekitar mereka sebagai tameng.

Dia menambahkan bahwa Israel “mengejar Hamas di Gaza selatan” seperti yang mereka lakukan di bagian utara wilayah tersebut.

Pembaruan terkini dari Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan jumlah korban tewas di Gaza sekitar 15.900 orang. Pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya menggambarkan angka tersebut akurat dan menegaskan bahwa lebih banyak warga sipil yang terbunuh dibandingkan anggota Hamas, AP melaporkan.

Jumlah resmi korban tewas di Israel mencapai sekitar 1.200 orang sejak konflik meningkat. Pada hari Senin, menurut Haaretz, 401 tentara Israel telah terbunuh. Israel mengatakan 137 sandera masih berada di Gaza, sementara 108 orang dibebaskan oleh Hamas dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina selama gencatan senjata selama seminggu.

Baca Juga: Warga Jalur Gaza Ungkap Mengerikannya Serangan Israel

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Janggal, Jubir Angkatan...
Janggal, Jubir Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas akibat Kecelakaan
Rekomendasi
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Berita Terkini
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Infografis
Kapal Bantuan Gaza Dibom...
Kapal Bantuan Gaza Dibom Israel di Perairan Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved