Hamas dan Israel Kembali Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata

Kamis, 30 November 2023 - 13:11 WIB
loading...
Hamas dan Israel Kembali...
Hamas dan Israel kembali sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
YERUSALEM - Kelompok perlawanan Islam Palestina , Hamas , pada hari Kamis (30/11/2023) mengatakan mereka telah setuju untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Israel di Jalur Gaza selama satu hari atau hari ketujuh.

Militer Israel sebelumnya mengatakan gencatan senjata dengan Hamas akan diperpanjang untuk memungkinkan mediator terus bekerja untuk membebaskan sandera yang ditahan di Gaza.

“Mengingat upaya mediator untuk melanjutkan proses pembebasan sandera dan tunduk pada ketentuan kerangka kerja, jeda operasional akan terus berlanjut,” kata militer Israel, tanpa menentukan jangka waktu.

“Beberapa waktu yang lalu, Israel diberikan daftar perempuan dan anak-anak sesuai dengan ketentuan perjanjian, dan oleh karena itu gencatan senjata akan terus berlanjut,” kata kantor perdana menteri Israel dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Al Arabiya.

Qatar, yang bertindak sebagai mediator, juga mengkonfirmasi perpanjangan tersebut.

Baca Juga: Agen Intelijen CIA Pro-Palestina Sampaikan Dukungan untuk Palestina

“Pihak Palestina dan Israel mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata kemanusiaan di Jalur Gaza selama satu hari tambahan dengan kondisi yang sama sebelumnya, yaitu gencatan senjata dan masuknya bantuan kemanusiaan, dalam kerangka mediasi bersama Negara Qatar,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari dalam sebuah pernyataan.

Manurut al-Ansari kondisi gencatan senjata, termasuk penghentian permusuhan dan masuknya bantuan kemanusiaan, tetap sama.

Qatar telah menjadi mediator utama antara pihak-pihak yang bertikai bersama dengan Mesir dan Amerika Serikat (AS).

Ada tekanan untuk memperpanjang jeda guna memungkinkan lebih banyak pembebasan sandera dan bantuan tambahan ke Jalur Gaza yang hancur, ketika Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken tiba di Israel untuk melakukan pembicaraan pada Rabu malam.

Gencatan senjata tersebut telah menghentikan sementara pertempuran yang dimulai pada 7 Oktober ketika militan Hamas menyerbu perbatasan ke Israel, menewaskan 1.200 orang dan menculik sekitar 240 orang, menurut pihak berwenang Israel.

Baca Juga: 60% Bangunan di Gaza Hancur, Hamas Siap Bangun Kembali

Serangan udara dan darat Israel selanjutnya di Gaza telah menewaskan hampir 15.000 orang, sebagian besar warga sipil, menurut pejabat Hamas, dan membuat sebagian besar wilayah utara daerah tersebut menjadi puing-puing.

Perjanjian gencatan senjata memungkinkan perpanjangan jika Hamas dapat membebaskan 10 sandera lagi setiap harinya, dan sebuah sumber yang dekat dengan kelompok tersebut mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka bersedia memperpanjang jeda tersebut selama empat hari.

Tapi hanya satu jam sebelum gencatan senjata berakhir, Hamas mengatakan tawarannya untuk membebaskan tujuh sandera lainnya, dan menyerahkan tiga jenazah lainnya yang dikatakan tewas dalam pemboman Israel, telah ditolak.

Kedua belah pihak sebelumnya mengatakan mereka siap untuk kembali berperang, dan sayap bersenjata Hamas memperingatkan para pejuangnya untuk “mempertahankan kesiapan militer yang tinggi... untuk mengantisipasi dimulainya kembali pertempuran jika tidak terjadi lagi,” menurut sebuah pesan yang diposting di saluran telegram.

Sedangkan juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Doron Spielman mengatakan pasukan akan bergerak ke mode operasional dengan sangat cepat dan melanjutkan target kami di Gaza, jika gencatan senjata berakhir.

Baca Juga: Perang Melawan Hamas, 8 Tentara Israel Tewas Ditembak Rekan Sendiri

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Ini Penyebab Dasar Laut...
Ini Penyebab Dasar Laut Filipina Terangkat 2 Meter akibat Gempa Dahsyat M7,8
Rekomendasi
Wakili Kaum Muda, Joshua...
Wakili Kaum Muda, Joshua SEVENTEEN Akan Berpidato di Markas UNESCO Paris
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Berita Terkini
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved