Efek Serangan Hamas ke Israel 7 Oktober, Anak-anak Muda AS Tertarik Pelajari Al-Qur'an

Rabu, 29 November 2023 - 14:20 WIB
loading...
Efek Serangan Hamas...
Setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober, anak-anak muda Amerika Serikat tertarik mempelajari Al-Quran. Foto/X @AllahGreatQuran
A A A
WASHINGTON - Ada fenomena di Amerika Serikat (AS), di mana anak-anak muda tertarik mempelajari Al-Qur'an setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober yang memicu perang besar di Gaza.

Uniknya, mereka mempelajari kitab suci umat Islam itu bukan untuk memahami alasan serangan Hamas. Mereka melakukannya untuk memahami ketahanan, keimanan, dan kekuatan moral luar biasa warga Muslim Palestina yang dibombardir Israel nyaris tanpa henti.

Megan B Rice, contohnya. Perempuan muda ini suka membaca. Dia memulai klub novel roman di platform pesan instan Discord dan mem-posting resensi buku di TikTok.

Bulan lalu Rice, berusia 34 tahun dan tinggal di Chicago, menggunakan akun media sosialnya untuk berbicara tentang krisis kemanusiaan di Gaza.

Baca Juga: Kabur dari Perang Melawan Hamas di Gaza, Komandan Israel dan Wakilnya Dipecat

“Saya ingin berbicara tentang keimanan masyarakat Palestina, betapa kuatnya keimanan tersebut, dan mereka masih memiliki ruang untuk menjadikan syukur kepada Tuhan sebagai prioritas, bahkan ketika segalanya telah diambil dari mereka,” katanya, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Rabu (29/11/2023).

Beberapa follower-nya yang Muslim berpendapat bahwa Rice mungkin tertarik membaca Al-Qur'an untuk mengetahui lebih banyak konteks tentang keimanan. Jadi Rice, yang tidak tumbuh besar sebagai orang yang religius, mengorganisir “World Religion Book Club” di Discord, di mana orang-orang dari berbagai latar belakang dapat belajar Al-Qur’an bersamanya.

Semakin banyak Rice membaca, semakin banyak isi teks yang selaras dengan sistem kepercayaan utamanya. Dia menilai Al-Quran anti-konsumerisme, anti-penindasan, dan feminis. Dalam sebulan, Rice mengucapkan syahadat, pengakuan iman resmi Islam, membeli jilbab untuk dipakai, dan menjadi seorang Muslimah.

Rice bukan satu-satunya yang ingin mendalami Al-Qur'an. Di TikTok, generasi muda Amerika membaca teks kitab suci tersebut untuk lebih memahami agama yang telah lama difitnah oleh media Barat, dan untuk menunjukkan solidaritas terhadap banyak Muslim di Gaza.

Video dengan tanda pagar (tagar) “quranbookclub”—yang ditonton 1,9 juta kali di beberapa aplikasi media sosial—menunjukkan pengguna memegang teks Al-Qur'an yang baru mereka beli dan membaca ayat untuk pertama kalinya. Yang lain menemukan versi gratisnya secara online, atau mendengarkan seseorang menyanyikan syair tersebut saat mereka berkendara ke tempat kerja.

Tidak semua orang yang membaca Al-Qur’an di TikTok adalah perempuan, namun minatnya tumpang tindih dengan ruang #BookTok, sebuah subkomunitas tempat sebagian besar pengguna perempuan berkumpul untuk berdiskusi tentang buku.

Zareena Grewal adalah seorang profesor di Yale yang sedang mengerjakan sebuah buku tentang kitab suci Islam dan toleransi beragama dalam budaya Amerika. Dia mengatakan bahwa minat terhadap TikTok ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Setelah peristiwa 11 September 2001 di AS, Al-Qur’an langsung menjadi buku terlaris, meskipun pada saat itu banyak orang Amerika yang membelinya untuk mengonfirmasi bias yang mereka miliki mengenai Islam sebagai agama yang dianggap mengandung kekerasan.

“Perbedaannya adalah saat ini, orang-orang tidak mengacu pada Al-Qur’an untuk memahami serangan Hamas pada 7 Oktober,” kata Grewal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Diiringi Jutaan Pelayat,...
Diiringi Jutaan Pelayat, Jenazah Ali Khamenei Dimakamkan di Kota Mashhad
Kebakaran Hebat Pub...
Kebakaran Hebat Pub di Thailand, 27 Orang Tewas
Rekomendasi
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
Usai Diinfus karena...
Usai Diinfus karena Infeksi Bakteri, Syifa Hadju Rayakan Ultah Bersama Sahabat
Ketua KPK Akui Berkomunikasi...
Ketua KPK Akui Berkomunikasi dengan Jaksa Agung, Supervisi Kasus Febrie Adriansyah Mulai Berjalan
Berita Terkini
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved