Trump Mulai Mainkan Isu Agama, Sebut Biden Melawan Tuhan

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 13:48 WIB
loading...
Trump Mulai Mainkan...
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara selama kunjungan ke pabrik mesin cuci Whirlpool Corporation di Clyde, Ohio, 6 Agustus 2020. Foto/REUTERS/Joshua Roberts
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump , yang merupakan kandidat petahana dari Partai Republik, mulai memainkan isu agama dalam pemilihan presiden (pilpres) Amerika November mendatang. Dia menyebut rivalnya dari Partai Demokrat, Joe Biden , sosok yang melawan Tuhan dan anti-senjata.

Biden sendiri sering membahas bagaimana iman Katolik-nya telah memandu tindakannya sebagai pejabat publik.

Isu agama digunakan Trump ketika dia kalah dari Biden dalam jajak pendapat di Ohio. Kandidat petahanan itu sedang berjuang untuk meraih dukungan pemilih di negara bagian tersebut saat pandemi virus corona mengancam peluangnya untuk berkuasa lagi di periode kedua. (Baca: Trump Dikalahkan Biden dalam Polling Pilpres AS 2020 )

Setelah berpidato di kerumunan kecil di bandara Cleveland pada hari Kamis, Trump melanjutkan dengan pidato gaya kampanye di pabrik Whirlpool di Clyde, Ohio.

"Dia mengikuti agenda kiri-radikal; singkirkan senjata Anda, hancurkan Amandemen Kedua Anda, tidak ada agama, tidak ada apa pun, menyakiti Alkitab, menyakiti Tuhan," kata Trump tentang Biden dalam pidatonya di Cleveland. "Dia melawan Tuhan," katanya lagi, seperti dikutip Reuters, Jumat (7/8/2020).

Sekadar diketahui, Amandemen Kedua Konstitusi AS memberi orang Amerika hak untuk menyimpan dan membawa senjata.

Trump tidak menjelaskan apa yang dia maksud. Namun, tuduhannya dapat memperkuat dukungan dari blok Kristen konservatif partainya yang cukup besar dan juga merusak pandangan pemilih terhadap Biden, Wakil Presiden Katolik pertama dalam sejarah AS.

John Kennedy adalah presiden terpilih pertama dan satu-satunya calon presiden Katolik ketika dia menang pada tahun 1960.

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis malam, Biden mengatakan serangan Trump "memalukan". Dia menegaskan bahwa iman telah menjadi fondasi hidupnya. (Baca juga: Skenario Biden jika Trump Kalah Pilpres dan Menolak Lengser )

"Komentar Presiden Trump mengungkapkan lebih banyak tentang dia daripada yang mereka lakukan tentang orang lain. Mereka menunjukkan kepada kita seorang pria yang bersedia merendahkan diri untuk keuntungan politik, dan seseorang yang tindakannya sangat bertentangan dengan nilai dan ajaran yang dianutnya," kata Biden.

Menurut Pew Research Center, lebih dari tiga perempat orang Amerika mempraktikkan agama Kristen atau agama lain. Trump secara politis terluka oleh tanggapannya terhadap pandemi virus corona yang baru-baru ini menyebabkan sekitar 1.000 orang Amerika meninggal setiap hari.

Trump berbicara sangat sedikit tentang iman Presbiterian-nya sendiri dan jarang menghadiri gereja. Dia bekerja sama dengan evangelis Kristen dan menempatkan alasan mereka untuk membatasi aborsi dan mempertahankan kepemilikan senjata di bagian atas agenda kebijakannya.

Setelah penembakan di sebuah sekolah di Newtown, Connecticut, yang menewaskan 20 anak pada tahun 2012, Biden mendorong beberapa pembatasan kepemilikan senjata, tetapi dia tidak menyerukan untuk menyita senjata api.

Dia mengatakan akan berusaha untuk melarang senapan serbu dan magazine dengan amunisi berkapasitas tinggi, membiarkan orang yang memiliki senapan serbu menjualnya kembali secara sukarela, dan memperluas pemeriksaan latar belakang.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Berita Terkini
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved