Evolusi Sikap Arab Saudi dalam Perang Gaza: dari Netral hingga Embargo Senjata untuk Israel

Kamis, 23 November 2023 - 07:44 WIB
loading...
A A A
Pada 8 Oktober, satu hari setelah serangan Operasi Badai al-Aqsa, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan bahwa negaranya menolak penargetan warga sipil tak bersenjata dengan cara apa pun.

Pada 14 Oktober, intensitas bahasa Arab Saudi menjadi lebih tinggi, meskipun kritik terhadap Israel tidak sekuat yang diharapkan oleh orang-orang Palestina.

“Ini adalah situasi yang meresahkan. Ini adalah situasi yang sangat sulit. Dan tahukah Anda, korban utama dari situasi ini adalah warga sipil dan penduduk sipil di kedua belah pihak terkena dampaknya,” kata Pangeran Farhan.

Farhan masih mengartikulasikan visi politiknya, meskipun tidak jelas: “Hentikan penderitaan warga sipil lebih lanjut,” dan “turunkan situasi untuk segera mengembalikan perdamaian.”

Arab Saudi Beralih ke Iran dan China


Namun perlahan-lahan, posisi Arab Saudi mulai berubah. Pada 30 Oktober, Riyadh memperkuat koordinasi politiknya dengan Iran, melalui percakapan langsung antara Pangeran Farhan dan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian.

Pada 3 November, Arab Saudi mulai menjangkau aktor-aktor politik non-Barat lainnya, salah satunya adalah China, yang telah berulang kali menantang posisi AS di Dewan Keamanan PBB dan ketegarannya dalam menolak gencatan senjata segera dan tanpa syarat di Gaza.

Pada 11 November, Arab Saudi menjadi tuan rumah, tidak hanya satu konferensi darurat tetapi dua: Liga Arab dan Organisasi Negara-negara Islam (OKI).

Pangeran Farhan sendirilah yang mengartikulasikan posisi kolektif terkuat Arab dan Muslim, dengan menyatakan bahwa delegasi yang mewakili semua negara ini akan berkeliling dunia untuk mempromosikan gencatan senjata dan solidaritas dengan rakyat Palestina.

Menariknya, delegasi tersebut, termasuk Pangeran Farhan, pertama-tama berangkat ke Beijing, bukan Washington, lalu Moskow, sebelum berangkat ke London untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut.

Pada saat itu, Arab Saudi tidak hanya kritis terhadap perang Israel, namun juga terhadap sekutu Israel yang, menurut Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman sendiri, telah berkontribusi pada “kegagalan Dewan Keamanan dan komunitas internasional untuk mengakhiri pelanggaran mencolok Israel terhadap hukum internasional.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Heboh! Polisi Geledah...
Heboh! Polisi Geledah Rumah Eks Wamen, 375 Kg Emas Batangan Ditemukan
Perang di Mana-Mana,...
Perang di Mana-Mana, Israel Kekurangan Tentara dan Tank Parah
Rekomendasi
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Alasan Bersedia Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
Berita Terkini
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved