Hamas: Eskalasi Israel di Tepi Barat Perkuat Perlawanan Palestina
Rabu, 22 November 2023 - 22:01 WIB
loading...
Orang-orang bersenjata menghadiri pemakaman Mahmoud Al-Sous, warga Palestina yang dibunuh pasukan Israel dalam penggerebekan, di Jenin, Tepi Barat, 8 Oktober 2022. Foto/REUTERS/Raneen Sawafta
A
A
A
TEPI BARAT - Pejabat senior Hamas, Abdel Hakim Hanini, mengatakan kampanye penangkapan, penggerebekan di kota-kota dan desa-desa oleh pasukan Israel, serta penghancuran rumah dan properti di Tepi Barat memicu perlawanan yang mengakar.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Selasa (21/11/2023), Hanini mengatakan rezim kolonial Israel melakukan kejahatan-kejahatan ini dan meningkatkan frekuensinya dalam upaya putus asa menghilangkan perlawanan dan mencabutnya.
Hanini merupakan mantan tahanan yang dibebaskan pada tahun 2011. Dia menegaskan, “Tepi Barat tidak akan dilanggar dan akan mempertahankan perjanjiannya dengan Gaza, Yerusalem, Masjid Al-Aqsa yang diberkati, dan dengan masyarakat kami yang ingin mengekang penjajahan."
Dia meminta warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem untuk merespons dengan kemampuan apa pun yang mereka miliki dan untuk terus memobilisasi serta tetap waspada dalam menghadapi rencana dan serangan pemukim.
Sejak 7 Oktober, sebanyak 201 warga Palestina, termasuk 52 anak-anak, telah dibunuh pasukan pendudukan Israel.
Delapan orang lainnya, termasuk satu anak-anak, telah dibunuh pemukim ilegal Israel di Tepi Barat yang dijajah, termasuk Yerusalem Timur.
Baca juga: Kemlu Telusuri Kabar 2 WNI Relawan Rumah Sakit Indonesia Ditangkap Pasukan Israel
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Selasa (21/11/2023), Hanini mengatakan rezim kolonial Israel melakukan kejahatan-kejahatan ini dan meningkatkan frekuensinya dalam upaya putus asa menghilangkan perlawanan dan mencabutnya.
Hanini merupakan mantan tahanan yang dibebaskan pada tahun 2011. Dia menegaskan, “Tepi Barat tidak akan dilanggar dan akan mempertahankan perjanjiannya dengan Gaza, Yerusalem, Masjid Al-Aqsa yang diberkati, dan dengan masyarakat kami yang ingin mengekang penjajahan."
Dia meminta warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem untuk merespons dengan kemampuan apa pun yang mereka miliki dan untuk terus memobilisasi serta tetap waspada dalam menghadapi rencana dan serangan pemukim.
Sejak 7 Oktober, sebanyak 201 warga Palestina, termasuk 52 anak-anak, telah dibunuh pasukan pendudukan Israel.
Delapan orang lainnya, termasuk satu anak-anak, telah dibunuh pemukim ilegal Israel di Tepi Barat yang dijajah, termasuk Yerusalem Timur.
Baca juga: Kemlu Telusuri Kabar 2 WNI Relawan Rumah Sakit Indonesia Ditangkap Pasukan Israel
Lihat Juga :