Jihad Islam Rilis Video Sandera, Ini Respons Israel

Jum'at, 10 November 2023 - 06:59 WIB
loading...
Jihad Islam Rilis Video...
Kelompok militan Palestina Jihad Islam merilis video dua sandera yang ditawannya. Foto/I24News
A A A
TEL AVIV - Sayap bersenjata kelompok Jihad Islam Palestina mengunggah video dua sandera Israel yang ditahan di Jalur Gaza .

Dalam videonya, Jihad Islam mengatakan pihaknya siap melepaskan seorang perempuan berusia 77 tahun dan seorang anak laki-laki berusia 13 tahun karena alasan kemanusiaan dan medis, namun hanya jika langkah-langkah yang tepat dipenuhi.

Israel menggambarkan video tersebut sebagai tanda penting kehidupan, namun menolak mengatakan apakah video tersebut akan dirilis.

"Hal itu akan menimbulkan teror psikologis bagi para penculiknya," katanya seperti dikutip dari BBC, Jumat (10/11/2023).

Dalam video tersebut, kedua sandera terlihat berbicara ke arah kamera.

Baca Juga: Jihad Islam di Gaza Siap Bebaskan 2 Sandera Israel karena Alasan Kemanusiaan

Wanita tersebut, Hanna Katsir, berusia 70-an tahun, terlihat duduk di kursi roda. Dia diculik dari kibbutz Nir Oz pada 7 Oktober, ketika Hamas menyerang Israel.

Yang kedua adalah remaja laki-laki dari komunitas yang sama.

Kedua sandera mengecam tajam Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Tidak jelas apakah mereka membaca hal itu dari naskah atau tidak.

Sebelumnya, Presiden Israel, Isaac Herzog, menampik laporan bahwa kesepakatan untuk membebaskan beberapa sandera yang ditahan di Gaza mungkin akan segera terjadi.

Militer Israel mengatakan bahwa 242 orang disandera di Gaza. Empat sandera telah dibebaskan dan seorang lainnya dibebaskan oleh pasukan Israel.

Baca Juga: 10.569 Warga Gaza Tewas Dibom Israel, Pejabat AS: Bisa Jadi Lebih Banyak Lagi

Hamas mengatakan mereka telah menyembunyikan sandera yang mereka tahan di tempat dan terowongan aman di Jalur Gaza. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sebelumnya mengatakan para sandera termasuk 20 anak-anak dan antara 10 dan 20 orang berusia di atas 60 tahun.

Herzog pada hari Kamis mengatakan bahwa dia belum melihat informasi penting mengenai kemungkinan pembebasan tersebut.

Dia berbicara ketika perdana menteri Qatar mengadakan pertemuan di Doha dengan para pemimpin CIA dan Mossad, di mana mereka dilaporkan mendiskusikan kemungkinan kesepakatan untuk membebaskan lebih banyak sandera.

Sementara itu dua pejabat senior Hamas, Ismail Haniyeh dan Khaled Meshaal, tiba di Kairo, di mana laporan menyebutkan mereka bertemu dengan kepala intelijen Mesir Abbas Kamel.

Jaringan Qatar dan Mesir sama-sama mengatakan bahwa Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, diperkirakan akan mengunjungi Kairo besok.

Baca Juga: AS: Palestina Harus Memerintah Gaza setelah Perang Israel-Hamas Berakhir

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Israel dan Rusia Masuk...
Israel dan Rusia Masuk Blacklist PBB terkait Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zionis Murka
Baru Diangkat, Panglima...
Baru Diangkat, Panglima Militer Baru Hamas Tewas Diserang Israel
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Prancis Larang Masuk...
Prancis Larang Masuk Menteri Israel Ben-Gvir, Imbas Video Penyiksaan Aktivis Global Sumud Flotilla
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Mengapa Trump Murka...
Mengapa Trump Murka kepada Netanyahu hingga Keluar Kata-Kata Kasar?
Rekomendasi
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Berita Terkini
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Infografis
Disegani Dunia, Ini...
Disegani Dunia, Ini 4 Peran Erdogan dalam Kebangkitan Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved