Pakar: AS dan Aliansi Barat Danai Pembantaian Warga Palestina Selama 75 Tahun

Kamis, 09 November 2023 - 12:30 WIB
loading...
Pakar: AS dan Aliansi...
Warga Palestina membawa seorang anak yang ditemukan tewas di bawah reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Gaza, 4 November 2023. Foto/AP/Abed Khaled
A A A
TEPI BARAT - Meskipun bencana kemanusiaan di Jalur Gaza telah menjadi salah satu masalah utama global hingga saat ini, permasalahan yang dihadapi penduduk Tepi Barat berada di bawah bayang-bayang tragedi Gaza.

Sejak 7 Oktober 2023, ratusan orang juga tewas di Tepi Barat dalam pembantaian yang dilakukan terang-terangan oleh tentara dan pemukim Israel.

Laporan dari OCHA, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB, telah memperingatkan peningkatan eskalasi tidak hanya di Gaza, tetapi juga di Tepi Barat, selama beberapa pekan.

Lembaga PBB itu mencatat ketidakamanan penduduk Palestina di setiap wilayah, baik oleh ancaman pemukim Zionis atau pun tentara penjajahan Israel.

“Jumlah warga Palestina yang terbunuh di Tepi Barat sejak 7 Oktober menyumbang lebih dari sepertiga dari seluruh korban jiwa warga Palestina di Tepi Barat pada tahun 2023 (397). Sekitar 55% korban jiwa sejak 7 Oktober terjadi selama konfrontasi yang terjadi setelah Israel operasi pencarian dan penangkapan, terutama di wilayah Jenin dan Tulkarem,” papar laporan OCHA.

OCHA menambahkan, “Sekitar 30% (pembunuhan) dilakukan dalam demonstrasi solidaritas terhadap Gaza; 8% terbunuh dalam serangan pemukim terhadap warga Palestina, dan 7% lainnya tewas saat menyerang atau diduga melakukan penyerangan pada pasukan atau pemukim Israel.”

Apalagi, OCHA mencatat ada 218 serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Hampir setengah dari seluruh insiden, pasukan Israel mendampingi atau secara aktif mendukung para penyerang.

Kejahatan Apartheid Meningkat


Profesor Mazin Qumsiyeh, seorang aktivis non-kekerasan Palestina, pendiri dan direktur Museum Sejarah Alam Palestina dan Institut Keanekaragaman Hayati dan Keberlanjutan Palestina di Universitas Bethlehem, menyoroti, “Meningkatnya kejahatan apartheid dan diskriminasi rasial di Tepi Barat.”

“Kami di Tepi Barat saat warga Palestina di seluruh dunia menyaksikan genosida dan pembersihan etnis terhadap populasi di Gaza dan tahu bahwa kami adalah yang berikutnya. Sudah 163 warga Palestina dibunuh oleh tentara pendudukan dan pemukim di Tepi Barat sejak 7 Oktober dan kami perkirakan akan terjadi hal yang lebih buruk,” papar dia.

Dia menjelaskan, “Israel memblokir wilayah kami dan menangkap/menculik lebih dari 2.500 warga Palestina di Tepi Barat. Dan mereka menyiksa para tahanan politik ini, yang kini berjumlah lebih dari 11.000 orang dengan kekerasan fisik langsung dan tidak diberikan makanan dan obat-obatan.”
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ayah Elon Musk Ungkap...
Ayah Elon Musk Ungkap Putra Kesayangannya Kagumi Putin
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
Israel Serang Sekolah...
Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Orang Tewas
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
Calon Kuat Presiden...
Calon Kuat Presiden Korsel Setelah Yoon Suk Yeol Digulingkan, Salah Satunya Pendukung Senjata Nuklir
Parah! Tarif Trump Bikin...
Parah! Tarif Trump Bikin Harta Orang-Orang Paling Tajir Dunia Susut Rp3.400 Triliun dalam 24 Jam
Rekomendasi
Ducati Desmo450 MX Mesin...
Ducati Desmo450 MX Mesin 1 Silender 449cc dengan Bobot Ringan
Prabowo Melayat Uskup...
Prabowo Melayat Uskup Emeritus Mgr Petrus Turang di Gereja Katedral
Eropa Butuh Rp182,5...
Eropa Butuh Rp182,5 Triliun demi Mengamankan Pasokan 250 Kargo Gas Alam Cair
Berita Terkini
Siapa Haitham bin Tariq?...
Siapa Haitham bin Tariq? Raja Oman yang Ubah Konstitusi demi Naikkan Jabatan Putranya
47 menit yang lalu
Ayah Elon Musk Ungkap...
Ayah Elon Musk Ungkap Putra Kesayangannya Kagumi Putin
2 jam yang lalu
Siapa yang Jadi Pemenang...
Siapa yang Jadi Pemenang dalam Perang Dagang?
2 jam yang lalu
Siapa Sultan Hassanal...
Siapa Sultan Hassanal Bolkiah? Raja Brunei yang Punya Koleksi Ribuan Mobil
3 jam yang lalu
4 Bulan setelah Deklarasikan...
4 Bulan setelah Deklarasikan Darurat Militer, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang Dimakzulkan Akhirnya Dicopot
5 jam yang lalu
Siapa Yuri Napso? Anggota...
Siapa Yuri Napso? Anggota Parlemen Rusia Dipecat setelah Membolos Kerja selama 200 Hari Tanpa Alasan
5 jam yang lalu
Infografis
Musuh-musuh Utama AS...
Musuh-musuh Utama AS dan NATO akan Gelar Latihan Perang
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved