Tak Merasa Berdosa, Israel Akui Mengebom Ambulans di Jalur Gaza

Minggu, 05 November 2023 - 14:03 WIB
loading...
Tak Merasa Berdosa,...
Tak merasa berdosa, Israel akui mengembom ambulans di Jalur Gaza. Foto/Reuters
A A A
TEL AVIV - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengkonfirmasi bahwa mereka telah menargetkan ambulans tepat di luar Rumah Sakit al-Shifa Jalur Gaza pada Jumat sore lalu. Mereka mengklaim bahwa kendaraan itu digunakan oleh Hamas dan merupakan target yang sah.

“Pesawat menembak ambulans yang diidentifikasi oleh pasukan sebagai digunakan oleh sel teroris Hamas di dekat posisi mereka di zona pertempuran,” kata IDF dalam sebuah pernyataan.

“Sebuah sel teroris Hamas diidentifikasi menggunakan ambulans. Sebagai tanggapan, sebuah pesawat IDF menyerang dan menetralisir teroris Hamas, yang beroperasi di dalam ambulans," mereka menambahkan.

“Kami menekankan bahwa wilayah di Gaza ini adalah zona perang. Warga sipil berulang kali diminta untuk mengungsi ke selatan demi keselamatan mereka sendiri,” mereka menegaskan seperti dikutip dari US Daily Express, Minggu (5/11/2023).

Stasiun TV Al-Aqsa yang berafiliasi dengan Hamas melaporkan, mengutip kementerian kesehatan, bahwa puluhan orang tewas atau terluka setelah serangan udara Israel itu.

Video yang diambil dari lokasi kejadian menunjukkan beberapa warga sipil terluka atau tewas. Menurut laporan lokal, ambulans tersebut merupakan bagian dari konvoi menuju penyeberangan Rafah yang membawa pasien berisiko tinggi.



Rekaman tersebut menunjukkan seorang wanita berlumuran darah yang tampak telah diseret keluar dari reruntuhan di mana banyak anak-anak muncul di beton yang hancur.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan ambulans mereka menjadi sasaran serangan tersebut dan menyatakan bahwa rekan-rekan mereka diselamatkan oleh keajaiban.

"Tepat pukul 16.30, pasukan pendudukan Israel melancarkan serangan udara di Jalan Rashid di bagian barat Gaza," bunyi postingan Bulan Sabit Merah Palesyina di X, dulu Twitter.

Pembuat film Palestina Wizard Bisan, yang berada di rumah sakit untuk mendokumentasikan situasi yang berkembang, mengatakan: “Hari ini enam kendaraan, sebagai satu kelompok, membawa korban luka yang membutuhkan pasokan medis yang parah, perawatan medis yang parah ke Mesir."

“Dan sekarang Tentara Israel mencegah mereka (pergi) dengan mengebom di depan salah satu ambulans.”

Ketua Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dia sangat terkejut dan mengutuk serangan tersebut. Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa serangan tersebut mengakibatkan kematian, cedera dan kerusakan.

"Kami tegaskan kembali: pasien, petugas kesehatan, fasilitas, dan ambulans harus dilindungi setiap saat. Selalu. Gencatan senjata SEKARANG," serunya.



Sebelumnya, juru bicara Kementerian Kesehatan Ashraf Al-Qudra mengatakan rumah sakit akan mengirim warga Palestina yang terluka parah dari utara ke selatan untuk mendapat perawatan darurat di Mesir.

Israel mengklaim bahwa Hamas menjalankan "komando dan kendali" dari bunker dan terowongan yang berada di bawah rumah sakit Al-Shifa.

Rumah sakit tersebut telah menjadi tempat perlindungan di Kota Gaza dengan sekitar 60.000 orang diyakini berlindung di dalamnya.

Berita ini muncul ketika lembaga-lembaga bantuan memperingatkan tentang memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza ketika rumah sakit terpaksa ditutup karena kehabisan bahan bakar.

Setelah Hamas melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tanggal 7 Oktober, Israel menyatakan perang dan memblokade Jalur Gaza sehingga memutus pasokan listrik, air, dan bahan bakar.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza serangan Israel telah membunuh lebih dari 9.488 warga Palestina hingga hari Sabtu kemarin.



(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1788 seconds (0.1#10.140)