Israel Mengebom Ambulans di Depan Rumah Sakit Al-Shifa Gaza, 13 Tewas, 26 Luka
Sabtu, 04 November 2023 - 02:32 WIB
loading...
Israel bombardir konvoi ambulans di depan Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza, Palestina. Sebanyak 13 orang tewas, 26 lainnya luka. Foto/Ali Jadallah/Anadolu Agency
A
A
A
GAZA - Militer Israel telah mengebom konvoi ambulans di depan Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza, Palestina, pada hari Jumat. Sebanyak 13 orang tewas dan 26 lainnya terluka.
“13 warga Palestina tewas dan 26 lainnya terluka akibat pembantaian yang dilakukan oleh [Pasukan] Pendudukan terhadap ambulans-ambulans di gerbang Kompleks Medis Al-Shifa,” kata Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikendalikan Hamas, seperti dikutip Anadolu, Sabtu (4/11/2023).
Kementerian itu mengatakan ambulans-ambulans tersebut membawa sejumlah orang yang terluka untuk dirawat di Mesir.
Baca Juga: Hamas: Kami Harus Beri Israel Pelajaran, Serangan 7 Oktober Akan Terulang Lagi
“Kami telah memberitahu Komite Internasional Palang Merah, Republik Arab Mesir dan seluruh dunia melalui saluran komunikasi mengenai pergerakan ambulans yang membawa korban luka ke Mesir, namun [Pasukan] Pendudukan melakukan kejahatan tersebut dengan sangat berani,” lanjut kementerian tersebut.
Kementerian tersebut meminta komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas pembantaian tersebut.
“13 warga Palestina tewas dan 26 lainnya terluka akibat pembantaian yang dilakukan oleh [Pasukan] Pendudukan terhadap ambulans-ambulans di gerbang Kompleks Medis Al-Shifa,” kata Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikendalikan Hamas, seperti dikutip Anadolu, Sabtu (4/11/2023).
Kementerian itu mengatakan ambulans-ambulans tersebut membawa sejumlah orang yang terluka untuk dirawat di Mesir.
Baca Juga: Hamas: Kami Harus Beri Israel Pelajaran, Serangan 7 Oktober Akan Terulang Lagi
“Kami telah memberitahu Komite Internasional Palang Merah, Republik Arab Mesir dan seluruh dunia melalui saluran komunikasi mengenai pergerakan ambulans yang membawa korban luka ke Mesir, namun [Pasukan] Pendudukan melakukan kejahatan tersebut dengan sangat berani,” lanjut kementerian tersebut.
Kementerian tersebut meminta komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas pembantaian tersebut.
Lihat Juga :