Elon Musk Akan Pasok Starlink ke Organisasi Kemanusiaan, Begini Reaksi Israel

Minggu, 29 Oktober 2023 - 09:26 WIB
loading...
Elon Musk Akan Pasok...
Elon Musk akan memasok internet berbasis satelit ke Jalur Gaza untuk organisasi kemanusiaan internasional. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
TEL AVIV - Israel akan melawan upaya bos perusahaan internet berbasis satelit Starlink , Elon Musk , untuk memasok internet ke organisasi bantuan internasional di Jalur Gaza .

Elon Musk mengatakan bahwa internet satelit Starlink akan tersedia untuk organisasi bantuan di Gaza setelah komunikasi terputus pada Jumat malam.

Seperti diketahui, layanan internet dan seluler di Jalur Gaza padam setelah Israel memborbardir wilayah tersebut. Negara Zionis itu kemudian memulai serangan darat pertamanya ke Jalur Gaza.

Nomor telepon darurat 101 tidak berfungsi, artinya ambulans tidak dapat dihubungi. Banyak jurnalis dan pekerja bantuan di Jalur Gaza juga kehilangan kontak.

Aksi Israel ini pun dikritisi oleh anggota Kongres dari Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) Alexandria Ocasio-Cortez di platform media sosial X, dulu Twitter. Ia mengatakan hilangnya akses telekomunikasi dan internet, dan menyebutnya sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.

Baca Juga: Internet Padam, Starlink Elon Musk Layani Organisasi Bantuan di Gaza

Musk pun meresponsnya dengan mengatakan: "Starlink akan mendukung konektivitas dengan organisasi bantuan yang diakui secara internasional di Gaza."

Menanggapi postingan Musk di X, Menteri Komunikasi Israel, Shlomo Karhi, mengatakan Israel akan melawan upaya CEO SpaceX itu untuk menawarkan Starlink ke Jalur Gaza.

“Israel akan menggunakan segala cara untuk melawan hal ini,” kata Karhi dalam postingannya seperti dikutip dari Insider, Minggu (29/10/2023).

Belum ada konfirmasi apa pun bahwa Starlink telah secara resmi menawarkan layanannya selain tweet Musk.

Juga tidak jelas apakah ada terminal Starlink, yang diperlukan agar koneksi internet satelit dapat berfungsi, di Jalur Gaza, menurut The Wall Street Journal.

Baca Juga: Gaza Dilanda Pemadaman Informasi Total, Israel Perluas Serangan Sangat Kejam

Sementara Tech Crunch melaporkan Karhi mengatakan telah ada pembicaraan dengan SpaceX tentang penggunaan layanan Starlink di wilayah yang berbatasan dengan zona konflik.

Peran konektivitas Starlink dalam perang Ukraina telah menimbulkan kontroversi mengenai kendali yang ditawarkan kepada Musk dalam konflik tersebut. Dia dituduh mematikan jaringan Starlink di Crimea selama serangan Ukraina terhadap armada angkatan laut Rusia tahun lalu.

SpaceX tidak segera membalas permintaan komentar dari Insider, yang dilakukan di luar jam kerja normal.

Mark Regev, penasihat senior Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengatakan kepada BBC Radio 4 pada Sabtu pagi: "Dalam operasi militer yang dilakukan oleh tentara Inggris, tentara Amerika, seringkali merupakan perilaku standar untuk mengganggu komunikasi musuh Anda."

Namun, menurut BBC, dia mengatakan dia sedang menunggu "pengarahan lengkap" dari militer Israel untuk mengetahui mengapa komunikasi terputus.

Baca Juga: Erdogan: Turki akan Ungkap Bukti Kejahatan Perang Israel pada Dunia

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Permudah Layanan Digital,...
Permudah Layanan Digital, BPJS Kesehatan Luncurkan REHAB 3.0 dan PASTI JKN
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved