Kekuatan Udara China dan Mitos Pesawat Jet Tempur J-20
Selasa, 17 Oktober 2023 - 12:16 WIB
loading...
A
A
A
Namun, seorang analis dari lembaga think tank Sains dan Teknologi Militer Yuan Wang yang berbasis di Beijing, mengungkapkan hal sebenarnya.
Mesin XA 100 Amerika yang menggerakkan F-35 setidaknya masih 10 tahun lebih maju dari WS-15 yang menggerakkan J-20.
"China sejauh ini hanya menyamai mesin Amerika di beberapa bidang, namun tidak dalam performa secara keseluruhan. Menekankan pada satu bidang juga tidak berarti karena konfrontasi militer adalah tentang persaingan sistem dan persaingan kemampuan operasional bersama," kata analis tersebut.
J-20 memiliki kelemahan signifikan seperti yang telah disebutkan. Sistem mesin yang menggerakkan jet tetap menjadi aspek paling kontroversial dari pesawat ini.
Militer China awalnya menggunakan mesin Rusia untuk J-20, tetapi beralih ke produksi dalam negeri karena kinerjanya buruk. Masih belum jelas apakah produksi mesin dalam negeri sesuai jadwal dan seberapa efisien kerjanya.
Kelemahan terbesar J-20 adalah belum diuji dalam pertempuran. Pesawat tersebut belum terlibat dalam aktivitas peperangan apa pun yang mungkin menunjukkan kemampuannya untuk berperang atau melakukan misi apa pun.
Pesawat Rafale Prancis yang diperoleh India sebagai jawaban atas J-20, telah terbukti kemampuannya di Republik Afrika Tengah, Libya, Mali, Afghanistan, Irak, dan Suriah.
Rafale memiliki kemampuan supercruise dan kemampuan radarnya sebanding dengan yang terbaik di dunia.
Menurut para analis, dibandingkan pesawat tempur China, ancaman yang lebih penting terhadap pesawat India di Tibet adalah banyaknya rudal permukaan-ke-udara yang dikerahkan di dataran tinggi tersebut.
Namun, imbuh para pakar, di dataran tinggi Tibet yang terbuka tanpa vegetasi apa pun, sistem rudal ini dapat menjadi sasaran empuk bagi rudal udara-ke-darat SCALP dan rudal Meteor di luar jangkauan visual yang dimiliki Rafale India.
Aset tempur Angkatan Udara India yang dikerahkan di pangkalan udara yang menghadap perbatasan China antara lain Rafale, dan Su-30 MKI, Mig-29, Mirage 2000 dan Jaguar. Sistem pertahanan udara S-400 juga telah dikerahkan untuk menghadapi pesawat dan rudal musuh dari jarak 400 km.
Penambahan kekuatan serangan mematikan baru-baru ini yang dikerahkan oleh India di perbatasan China adalah drone predator MQ-9B yang akan menambah secara signifikan kemampuan tentara dalam menjaga pengawasan di Garis Kontrol Aktual di ketinggian dan juga untuk melakukan seranga presisi bila diperlukan.
Faktanya, tentara India telah meluncurkan drone dalam jumlah besar dan mendirikan landasan udara untuk meluncurkannya. Kendaraan udara tak bersenjata ini telah menambah secara signifikan kapasitas tentara India dalam menjaga pengawasan di perbatasan China dan mencegah intrusi diam-diam oleh tentara China di seluruh Garis Kontrol Aktual.
Mesin XA 100 Amerika yang menggerakkan F-35 setidaknya masih 10 tahun lebih maju dari WS-15 yang menggerakkan J-20.
"China sejauh ini hanya menyamai mesin Amerika di beberapa bidang, namun tidak dalam performa secara keseluruhan. Menekankan pada satu bidang juga tidak berarti karena konfrontasi militer adalah tentang persaingan sistem dan persaingan kemampuan operasional bersama," kata analis tersebut.
J-20 memiliki kelemahan signifikan seperti yang telah disebutkan. Sistem mesin yang menggerakkan jet tetap menjadi aspek paling kontroversial dari pesawat ini.
Militer China awalnya menggunakan mesin Rusia untuk J-20, tetapi beralih ke produksi dalam negeri karena kinerjanya buruk. Masih belum jelas apakah produksi mesin dalam negeri sesuai jadwal dan seberapa efisien kerjanya.
J-20 Belum Teruji di Medan Perang
Kelemahan terbesar J-20 adalah belum diuji dalam pertempuran. Pesawat tersebut belum terlibat dalam aktivitas peperangan apa pun yang mungkin menunjukkan kemampuannya untuk berperang atau melakukan misi apa pun.
Pesawat Rafale Prancis yang diperoleh India sebagai jawaban atas J-20, telah terbukti kemampuannya di Republik Afrika Tengah, Libya, Mali, Afghanistan, Irak, dan Suriah.
Rafale memiliki kemampuan supercruise dan kemampuan radarnya sebanding dengan yang terbaik di dunia.
Menurut para analis, dibandingkan pesawat tempur China, ancaman yang lebih penting terhadap pesawat India di Tibet adalah banyaknya rudal permukaan-ke-udara yang dikerahkan di dataran tinggi tersebut.
Namun, imbuh para pakar, di dataran tinggi Tibet yang terbuka tanpa vegetasi apa pun, sistem rudal ini dapat menjadi sasaran empuk bagi rudal udara-ke-darat SCALP dan rudal Meteor di luar jangkauan visual yang dimiliki Rafale India.
Aset tempur Angkatan Udara India yang dikerahkan di pangkalan udara yang menghadap perbatasan China antara lain Rafale, dan Su-30 MKI, Mig-29, Mirage 2000 dan Jaguar. Sistem pertahanan udara S-400 juga telah dikerahkan untuk menghadapi pesawat dan rudal musuh dari jarak 400 km.
Penambahan kekuatan serangan mematikan baru-baru ini yang dikerahkan oleh India di perbatasan China adalah drone predator MQ-9B yang akan menambah secara signifikan kemampuan tentara dalam menjaga pengawasan di Garis Kontrol Aktual di ketinggian dan juga untuk melakukan seranga presisi bila diperlukan.
Faktanya, tentara India telah meluncurkan drone dalam jumlah besar dan mendirikan landasan udara untuk meluncurkannya. Kendaraan udara tak bersenjata ini telah menambah secara signifikan kapasitas tentara India dalam menjaga pengawasan di perbatasan China dan mencegah intrusi diam-diam oleh tentara China di seluruh Garis Kontrol Aktual.
(mas)
Lihat Juga :