Kekuatan Udara China dan Mitos Pesawat Jet Tempur J-20

Selasa, 17 Oktober 2023 - 12:16 WIB
loading...
A A A
Hanya ada tiga pesawat generasi kelima di dunia saat ini, F-35 dan F-22 dari Amerika Serikat serta Su-57 buatan Rusia.

Mantan Kepala Staf Udara India Marsekal B. S. Dhanoa semakin “meledakkan” mitos keunggulan teknologi J-20 dibandingkan Rafale. “J-20 dilengkapi canard, sementara pesawat generasi kelima yang asli tidak memiliki canard,” ujarnya.

Canard adalah sayap depan kecil dari sebuah pesawat yang dipasang pada badan pesawat yang terletak di depan sayap utama. Komponen ini meningkatkan kontrol dan daya angkat pesawat, tetapi meninggalkan jejak di radar.

Selain itu, kata Dhanoa, tidak seperti pesawat generasi kelima, J-20 tidak dapat mencapai kecepatan jelajah super melebihi Mach 1.

Marsekal Udara Anil Chopra (purnawirawan) Angkatan Udara India pun pernah dikutip oleh The EurAsian Times pada 16 Januari 2021, di mana dirinya mempertanyakan kemampuan pesawat tempur China seperti J-20.

"Sementara China meremehkan kualitas Rafale, kami punya alasan untuk mempertanyakan kemampuan siluman J-20, mengingat bentuk sinyal radar yang kasar dan mencerminkan kendali canard. J-20 menggunakan mesin Rusia yang lebih tua, yang dirancang dengan buruk untuk menyembunyikan tanda radar dan inframerah," ungkapnya.

Chopra juga mengajukan pertanyaan tentang keandalan mesin J-20.

"Rencana kemunculan mesin China WS-15 masih jauh dari jadwal yang ditentukan. Belum diketahui kapan WS-15 akan benar-benar siap. Mesin Rafale telah teruji oleh waktu, lebih baik dalam hal keandalan, umur pemakaian panjang, dan perawatannya mudah," tutur Chopra.

Ada juga pertanyaan mengenai perangkat perang elektronik (EW) J-20, yang dalam kasus Rafale merupakan paket komprehensif yang mencakup seluruh spektrum ancaman.

EW suite adalah kemampuan pesawat untuk menggunakan gelombang spektrum elektromagnetik untuk mencegat dan mengganggu sistem elektronik musuh atau melindungi asetnya sendiri dengan menggunakan gelombang tersebut.

Angkatan Udara China telah mengerahkan J 20 di sektor Tibet dengan harapan besar bahwa jet tempur ini akan membantu mereka dalam mencapai keseimbangan kekuatan udara dengan India di sepanjang Garis Kontrol Aktual, namun kenyataannya tidak demikian.

J-20 vs Pesawat Jet Tempur Amerika


Pada 22 September 2022, juru bicara Angkatan Udara China Kolonel Senior Shen Jinke mengatakan bahwa J-20 telah dikerahkan di lima komando teater angkatan bersenjata China, termasuk komando barat yang menghadap ke India.

"Kami memiliki keunggulan tertentu. Kami akan mengoperasikan pesawat tempur yang akan membawa muatan penuh dan lepas landas dari Punjab, sedangkan pesawat tempur China harus beroperasi dari dataran tinggi Tibet yang kekurangan oksigen," kata seorang pejabat senior militer India, seperti dikutip dari majalah The Week.

Pesawat tidak dapat memanfaatkan kapasitas dan efisiensinya secara penuh ketika beroperasi di medan yang kekurangan oksigen seperti dataran tinggi Tibet yang tingginya 4.000 meter. Para manajer kampanye Partai Komunis China tampaknya telah kehilangan rasa proporsional ketika memuji kualitas J-20, bahkan sampai membandingkannya dengan F-35 dan F-22 milik AS.

"Mampu menantang pesawat terbaik yang ditawarkan AS, dan juga Su-57 milik Rusia," klaim mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
AS Serang Iran, Menlu...
AS Serang Iran, Menlu Araghchi: Kami Balas!
Rekomendasi
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
ARMY Syok! Harga Hotel...
ARMY Syok! Harga Hotel di Busan Naik hingga 10 Kali Lipat Jelang Konser BTS
Berita Terkini
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved