Mahkamah Konstitusi Izinkan Presiden Georgia Dipecat

Senin, 16 Oktober 2023 - 22:36 WIB
loading...
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Georgia izinkan Parlemen memecat Presiden Salome Zurabishvili karena melanggar konstitusi. Foto/REUTERS
A A A
TBILISI - Mahkamah Konstitusi (MK) Georgia pada Senin (16/10/2023) memutuskan bahwa Presiden pro-Barat Salome Zurabishvili telah melanggar konstitusi dengan melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa izin. Untuk itu, Parlemen boleh memecatanya.

Pada bulan September, para anggota Parlemen dari partai berkuasa; Georgian Dream, bergerak untuk menggulingkan presiden berusia 71 tahun tersebut. Menurut partai tersebut, Zurabishvili telah bertemu dengan para pemimpin asing untuk melobi keanggotaan Georgia di Uni Eropa tanpa izin pemerintah.

"Dengan melakukan kunjungan ke luar negeri tanpa persetujuan pemerintah, presiden Georgia Salome Zurabishvili telah melanggar konstitusi,” kata Ketua MK Georgia Merab Turava, seperti dikutip AFP.

Baca Juga: Presiden Anti-Rusia di Negara Bekas Soviet Hadapi Pemakzulan

Pengacara Zurabishvili, Maia Kopaleishvili, mengatakan kepada wartawan bahwa MK tidak memiliki dasar hukum atau faktual untuk mengonfirmasi pelanggaran konstitusi yang dilakukan presiden.

Ini adalah kasus pertama yang ditangani MK mengenai pemakzulan presiden dalam sejarah Georgia.

Ketua Parlemen Shalva Papuashvili mengatakan pemungutan suara pemakzulan akan diadakan dalam beberapa hari mendatang.

Namun partai yang berkuasa di Georgia mengakui kecil kemungkinannya untuk menggulingkan Zurabishvili karena partai tersebut hanya menguasai 84 kursi di Parlemen, sementara dukungan dari sedikitnya 100 anggota Parlemen diperlukan.

Ketua partai tersebut, Irakli Kobakhidze, mengakui bahwa tidak ada peluang untuk mengumpulkan 100 suara. “Jika Salome Zurabishvili memiliki martabat dasar, dia akan mengundurkan diri," katanya.

“Dia hanya akan dilihat secara nominal sebagai presiden Georgia...dan sepenuhnya kehilangan legitimasi politik dan moral," ujarnya.

Kubu oposisi mengatakan mereka tidak akan mendukung pemecatan Zurabishvili.

Ketua Uni Eropa Charles Michel bertemu Zurabishvili di Brussels bulan lalu untuk menegaskan kembali komitmen blok tersebut terhadap jalur Eropa di Georgia dan menyoroti reformasi yang diperlukan untuk memasuki blok tersebut.

Georgia mengajukan permohonan keanggotaan Uni Eropa bersama dengan Ukraina dan Moldova setelah Rusia menginvasi negara tetangganya yang pro-Barat pada Februari 2022.

Para pemimpin Uni Eropa telah memberikan status kandidat formal kepada Kyiv dan Chisinau namun mendesak Tbilisi untuk menerapkan reformasi peradilan dan pemilu, meningkatkan kebebasan pers dan membatasi kekuasaan oligarki.

Zurabishvili mengkritik keras pemerintahan Georgian Dream atas kegagalannya memenuhi tuntutan reformasi dari UE.

Meskipun hubungan antara Moskow dan Tbilisi terus bermusuhan selama bertahun-tahun, pemerintah Georgia yang dipimpin oleh Perdana Menteri Irakli Garibashvili pada tahun lalu telah mengambil langkah menuju pemulihan hubungan.

Pada bulan Maret, Georgia diguncang oleh protes setelah pemerintah memperkenalkan undang-undang gaya Rusia tentang “agen asing”, dan pada bulan Mei pemerintah membuka kembali penerbangan langsung dengan Rusia, yang memicu kecaman dari Uni Eropa.

Presiden perempuan pertama Georgia, Zurabishvili, terpilih untuk masa jabatan enam tahun pada tahun 2018 dengan dukungan Georgian Dream tetapi dengan cepat mendapat musuh di kalangan mayoritas Parlemen.

Dia dilahirkan di Prancis dari keluarga Georgia yang melarikan diri dari rezim Bolshevik ke Paris pada tahun 1921.

Kariernya selama 30 tahun dalam diplomasi Perancis mencapai puncaknya dengan penempatannya sebagai duta besar untuk Tbilisi, di mana dia kemudian diangkat menjadi menteri luar negeri pada tahun 2004.

Dalam bukunya “A Woman for Two Countries,” yang diterbitkan di Prancis, dia menulis: “Sekarang, saya harus terlibat dalam pertarungan politik, yang tidak pernah menarik perhatian saya, yang tidak pernah saya praktikkan, yang dipaksakan kepada saya.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
AS Janji Ubah Hubungan...
AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...
Rekomendasi
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Berita Terkini
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Infografis
Delcy Rodriguez, Presiden...
Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela yang Dijuluki Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved