5 Alasan Tentara Israel Takut Perang Gerilya dengan Hamas, Salah Satunya Buta Peta Gaza

Jum'at, 13 Oktober 2023 - 13:04 WIB
loading...
5 Alasan Tentara Israel...
Tentara Israel tidak memiliki kekuatan yang mumpuni dalam perang gerilya. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Invasi Israel ke Gaza akan menghadapi musuh yang telah membangun persenjataan tangguh dengan bantuan Iran. Apalagi, Hamas sudah menggali jaringan terowongan yang luas untuk menghindari penyerang dan telah menunjukkan dalam perang darat di masa lalu bahwa hal itu dapat menimbulkan korban yang lebih besar pada pasukan Israel setiap saat.

Ketika Israel Israel menyiagakan tank di perbatasan Gaza dan para menteri menghadapi persoalan kapan dimulainya invasi. Pasalnya, para jenderal Israel mengambil pelajaran dari serangan darat di masa lalu pada tahun 2008 dan 2014 yang juga bertujuan untuk menghancurkan kelompok Islam Palestina Hamas.

Namun Hamas hingga kini selalu menjadi lawan yang lebih tangguh dan pada 7 Oktober melancarkan aksi paling dahsyat ketika para pejuangnya membunuh lebih dari 1.300 warga Israel – kebanyakan dari mereka adalah warga sipil – dalam serangan paling mematikan di tanah Israel sejak didirikan pada tahun 1948.

Serangan udara Israel sebagai balasannya telah menewaskan lebih dari 1.400 orang di Gaza sejauh ini.

Tidak ada pihak yang mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi dalam perang darat. Israel telah menjanjikan kampanye melebihi apa pun yang pernah dilancarkan untuk melenyapkan Hamas "dari muka bumi", sementara Hamas telah menunjukkan kemampuannya untuk bertahan dan memberikan kejutan, dan akan berperang di lingkungan perkotaan yang padat dengan senjata yang ampuh.

Berikut adalah 5 alasan kenapa Israel akan menghadapi banyak kesulitan dalam perang gerilya dengan Hamas.

1. Tentara Israel Tidak Mengetahui Wilayah Gaza

5 Alasan Tentara Israel Takut Perang Gerilya dengan Hamas, Salah Satunya Buta Peta Gaza

Foto/Reuters

“Serangan darat akan seperti menyelami wilayah yang tidak diketahui oleh pendudukan dan pasukannya,” kata seorang pejabat di salah satu faksi pejuang Palestina di Gaza kepada Reuters, hanya memberikan nama panggilannya Abu Abdallah.

Para pejabat Israel telah menegaskan bahwa ini bukanlah kampanye yang cepat dan mudah. Dan kali ini mereka menghadapi masalah bahwa sejumlah sandera Israel yang ditangkap oleh Hamas pada 7 Oktober kini bisa ditahan di terowongan yang sempit yang oleh pasukan Israel disebut "Metro Gaza" dan yang harus dibersihkan oleh tentara untuk menghancurkan Hamas.

“Tujuannya adalah untuk mengalahkan seluruh kemampuan militer dan aparat militer Hamas dan hal itu memerlukan operasi jangka panjang,” kata sumber keamanan Israel kepada Reuters.

“Sebagian besar target, orang, peralatan, logistik berada di bawah tanah dan mungkin saja para sandera berada di bawah tanah,” kata sumber tersebut. “Tujuannya untuk meratakan tanah agar bisa sampai ke bunker bawah tanah.”

Baca Juga: Hamas Serukan Demonstrasi dan Perlawanan Massal terhadap Israel di Masjid Al-Aqsa Yerusalem Timur

2. Banyak Warga Sipil yang Menyulitkan Israel

5 Alasan Tentara Israel Takut Perang Gerilya dengan Hamas, Salah Satunya Buta Peta Gaza

Foto/Reuters
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Baru Diangkat, Panglima...
Baru Diangkat, Panglima Militer Baru Hamas Tewas Diserang Israel
Israel Mulai Deportasi...
Israel Mulai Deportasi Para Aktivis Armada Gaza yang Ditahan
Drone Hizbullah Melumpuhkan...
Drone Hizbullah Melumpuhkan 80 Persen Serangan Israel di Lebanon Selatan
Pesepak Bola Israel...
Pesepak Bola Israel Kebakaran Jenggot Lihat Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
5 Negara Asia Diam-diam...
5 Negara Asia Diam-diam Dukung Israel, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved