Putin: Kami Tidak Memulai Perang di Ukraina
Jum'at, 06 Oktober 2023 - 19:26 WIB
loading...
A
A
A
Invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada bulan Februari 2022 memicu perang yang telah menghancurkan sebagian besar wilayah Ukraina timur dan selatan, menewaskan atau melukai ratusan ribu orang dan memicu perpecahan terbesar dalam hubungan Rusia dengan Barat selama enam dekade.
Negara-negara Barat menganggap perang ini sebagai kesalahan strategis terbesar Moskow sejak invasi Soviet ke Afghanistan pada tahun 1979 dan para pemimpin Barat mengatakan mereka ingin mengalahkan Rusia di medan perang Ukraina. Serangan balasan Ukraina sejauh ini gagal menghasilkan keberhasilan teritorial yang besar.
Namun, Putin menggambarkan perang tersebut sebagai bagian dari perjuangan yang jauh lebih besar melawan Amerika Serikat yang menurut elit Kremlin bertujuan untuk memecah belah Rusia, mengambil sumber daya alamnya yang sangat besar, dan kemudian melakukan penyelesaian masalah dengan China.
Mantan mata-mata yang kini memegang kekuasaan di Moskow telah berulang kali memperingatkan risiko konflik Rusia-NATO ketika dominasi negara-negara Barat pasca-Perang Dingin berkurang, Rusia melupakan penghinaan akibat keruntuhan Soviet, dan status China naik menjadi negara adidaya.
Baca Juga: Presiden Putin: Kejayaan Barat Dihasilkan dari Penjarahan di Seluruh Dunia
Negara-negara Barat menganggap perang ini sebagai kesalahan strategis terbesar Moskow sejak invasi Soviet ke Afghanistan pada tahun 1979 dan para pemimpin Barat mengatakan mereka ingin mengalahkan Rusia di medan perang Ukraina. Serangan balasan Ukraina sejauh ini gagal menghasilkan keberhasilan teritorial yang besar.
Namun, Putin menggambarkan perang tersebut sebagai bagian dari perjuangan yang jauh lebih besar melawan Amerika Serikat yang menurut elit Kremlin bertujuan untuk memecah belah Rusia, mengambil sumber daya alamnya yang sangat besar, dan kemudian melakukan penyelesaian masalah dengan China.
Mantan mata-mata yang kini memegang kekuasaan di Moskow telah berulang kali memperingatkan risiko konflik Rusia-NATO ketika dominasi negara-negara Barat pasca-Perang Dingin berkurang, Rusia melupakan penghinaan akibat keruntuhan Soviet, dan status China naik menjadi negara adidaya.
Baca Juga: Presiden Putin: Kejayaan Barat Dihasilkan dari Penjarahan di Seluruh Dunia
(ian)
Lihat Juga :