3 Perusahaan BUMN Indonesia Dituduh Pasok Senjata ke Myanmar, Ini Bantahan DEFEND ID
Rabu, 04 Oktober 2023 - 15:02 WIB
loading...
DEFEND ID membantah bahwa tiga perusahaan BUMN pertahanan Indonesia memasok senjata untuk militer Myanmar. Foto/REUTERS
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah aktivis dan organisasi hak asasi manusia telah mengadukan tiga perusahaan BUMN pertahanan Indonesia ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Mereka menuduh ketiga perusahaan tersebut memasok senjata dan amunisi untuk militer Myanmar.
Ketiga perusahaan yang dimaksud adalah PT Pindad, PT PAL dan PT Dirgantara Indonesia.
Menurut pengaduan tersebut, ketiga perusahaan itu telah mempromosikan dan kemungkinan telah menjual pistol, senapan serbu, amunisi, kendaraan tempur dan peralatan lainnya kepada militer Myanmar dalam satu dekade terakhir. Itu termasuk kemungkinan setelah kudeta 1 Februari 2021 yang memicu protes dan kekacauan nasional.
Para aktivis yang membuat aduan itu adalah Marzuki Darusman, mantan ketua misi pencari fakta PBB di Myanmar; Salai Za Uk Ling, pemimpin Organisasi Hak Asasi Manusia Chin; dan Proyek Akuntabilitas Myanmar, sebuah kelompok hak asasi manusia internasional.
Baca Juga: Myanmar Terima Jet Tempur Su-30 dari Rusia
Ketiga perusahaan yang dimaksud adalah PT Pindad, PT PAL dan PT Dirgantara Indonesia.
Menurut pengaduan tersebut, ketiga perusahaan itu telah mempromosikan dan kemungkinan telah menjual pistol, senapan serbu, amunisi, kendaraan tempur dan peralatan lainnya kepada militer Myanmar dalam satu dekade terakhir. Itu termasuk kemungkinan setelah kudeta 1 Februari 2021 yang memicu protes dan kekacauan nasional.
Para aktivis yang membuat aduan itu adalah Marzuki Darusman, mantan ketua misi pencari fakta PBB di Myanmar; Salai Za Uk Ling, pemimpin Organisasi Hak Asasi Manusia Chin; dan Proyek Akuntabilitas Myanmar, sebuah kelompok hak asasi manusia internasional.
Baca Juga: Myanmar Terima Jet Tempur Su-30 dari Rusia
Lihat Juga :