Redam Ketegangan, Serbia Kurangi Pasukan Dekat Perbatasan Kosovo

Selasa, 03 Oktober 2023 - 01:27 WIB
loading...
Redam Ketegangan, Serbia...
Redam ketegangan, Serbia kurangi pasukan dekat perbatasan Kosovo. Foto/Defense Post
A A A
BEOGRAD - Serbia menyatakan telah menarik sebagian pasukannya kembali dari perbatasan dengan Kosovo .

“Rezim operasional unit-unit (tentara Serbia) yang bertugas mengamankan garis administratif dengan Kosovo telah kembali normal,” kata Kepala Staf Angkatan Darat Serbia Jenderal Milan Mojsilovic seperti dikutip dari media Jerman, Deutsche Welle, Selasa (3/10/2023).

Ia mengatakan jumlah pasukan telah dikurangi dari 8.350 menjadi 4.500.

Ketegangan antara Beograd dan Pristina meningkat pada akhir September ketika polisi Kosovo terlibat dalam baku tembak dengan sekitar 30 orang Serbia bersenjata yang membarikade diri mereka di sebuah biara Ortodoks Serbia.

Seorang polisi Kosovo dan tiga penyerang tewas dalam insiden tersebut.

Mojsilovic mengungkapkan keterkejutannya atas keprihatinan mendalam sebagian orang terhadap pasukan Serbia yang dikerahkan selama krisis keamanan tersebut.

Baca Juga: Kosovo Tuntut Serbia Tarik Pasukan dari Perbatasan

Insiden di Banjska telah menimbulkan kekhawatiran di negara-negara Barat mengenai kemungkinan ketidakstabilan di Balkan.

Pada hari Minggu, NATO mengumumkan bahwa mereka akan mengerahkan 600 tentara tambahan ke Kosovo untuk membantu pasukan penjaga perdamaian KFOR yang sudah berjumlah sekitar 4.500 tentara.

Kosovo mencari bantuan NATO ketika ketegangan etnis meningkat

Amerika Serikat (AS) pada hari Jumat menyebut pengerahan militer Serbia sebagai suatu hal yang memprihatinkan dan mendesak negara tersebut untuk menarik pasukannya kembali dari perbatasan.

Di Brussels, juru bicara Komisi Eropa Peter Stano mengatakan penumpukan militer di dekat Kosovo sangat memprihatinkan dan perlu segera dihentikan.

Pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Barbock mendesak Serbia untuk mengurangi pasukannya dan menambahkan ketegangan antara kedua negara harus dikurangi untuk menjaga perdamaian dan keamanan.

Baca Juga: Ancaman Perang Baru di Eropa, Serbia Siagakan Ribuan Tentara di Perbatasan Kosovo

Sementara itu, Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti pada hari Sabtu membagikan gambar drone di X, sebelumnya Twitter, yang diduga menunjukkan pelatihan paramiliter Serbia untuk serangan Banjska.

Dia mengatakan mereka menikmati dukungan penuh dan perencanaan dari negara Serbia dengan rencana yang lebih luas untuk "mencaplok" wilayah utara Kosovo.

Menteri Pertahanan Serbia Milos Vucevic pada hari Senin menolak tuduhan ini. Kementeriannya mengatakan paramiliter itu adalah warga etnis Serbia setempat yang muak dengan pelecehan terus-menerus dari pemerintah Kosovo.

Milan Radoicic, politisi dari partai politik Daftar Serbia di Kosovo, mengaku mengorganisir serangan itu, kata pengacaranya.

Serbia tidak secara resmi mengakui kemerdekaan Kosovo yang mayoritas penduduknya Albania, yang memisahkan diri secara sepihak pada tahun 2008.

Etnis Albania mencakup lebih dari 90% populasi Kosovo, namun etnis Serbia sebagian besar mendiami bagian utara Kosovo.

Baca Juga: AS Desak Serbia Tarik Pasukan dari Perbatasan Kosovo
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
3 Fakta Terbaru Kasus...
3 Fakta Terbaru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Batal Ajukan Gugatan Praperadilan
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Berita Terkini
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Infografis
6 Fakta Garda Revolusi...
6 Fakta Garda Revolusi Iran, Pasukan Elite Pendukung Ali Khamenei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved