Terungkap, Ini Sebab Jet Tempur Siluman F-35 AS yang Hilang Tak Dapat Dilacak

Kamis, 21 September 2023 - 07:26 WIB
loading...
Terungkap, Ini Sebab...
Pilot tak aktifkan sistem pelacakan menjadi sebab jet tempur siluman F-35B Amerika Serikat yang hilang di South Carolina tak dapat dilacak seketika. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Puing-puing jet tempur siluman F-35B Amerika Serikat (AS) yang kecelakaan di South Carolina telah ditemukan, namun militer Amerika tidak bisa melacak pesawat itu seketika setelah hilang.

Pilot yang melontarkan diri dari jet tempur tersebut mengaku telah kehilangan pesawatnya karena cuaca buruk. Menurut sumber dan pakar, pilot itu tidak mengaktifkan sistem pelacakannya.

Itulah mengapa pesawat tempur senilai USD100 juta itu tidak bisa dilacak sektika setelah hilang.

“Dia tidak yakin di mana pesawatnya jatuh, katanya dia hilang begitu saja karena cuaca buruk,” kata Layanan Medis Darurat Charleston County yang melakukan panggilan audio dengan pilot tersebut.

Baca Juga: Jet Tempur Siluman F-35 Hilang, Militer AS Diolok-olok

Panggilan audio itu telah di-posting oleh seorang ahli meteorologi, sebagaimana dilaporkan New York Post, Kamis (21/9/2023).

Pilot yang belum diidentifikasi itu mendarat di lingkungan perumahan North Charleston dan dibawa ke rumah sakit setempat untuk perawatan. Dia telah dipulangkan.

Pejabat militer belum merilis alasan spesifik mengapa pilot tersebut keluar secara tergesa-gesa dari jet tempur, dan hanya menyebutkan bahwa insiden tersebut berasal dari “kerusakan”.

Pakar dan konsultan penerbangan militer Richard Aboulafia mengatakan kepada New York Post bahwa pilot tersebut kemungkinan mengoperasikan pesawat tempur siluman tanpa mengaktifkan kemampuan pelacakan—dan melontarkan diri sebelum dia bisa melakukannya.

“Jika Anda menyalakan perangkat onboard maka akan mudah dilacak,” katanya.

“Tapi ini adalah pesawat siluman. Jika Anda tidak menyalakan perangkat tersebut, akan sulit untuk melakukan kontak. Kemungkinan besar, dia tidak punya banyak waktu untuk bereaksi," paparnya.

Pejabat militer terpaksa meminta bantuan masyarakat untuk menemukan lokasi pesawat tersebut—melalui postingan di Facebook. Upaya ini justru mendapat cemoohan dari publik.

“Ini tidak biasa,” kata Aboulafia tentang upaya tersebut.

“Tapi apa salahnya? Perangkat onboard belum dihidupkan, tidak dilacak. Jadi sangat masuk akal jika mereka akan meminta bantuan dari orang-orang di daerah tersebut yang mungkin melihat sebuah jet menuju ke arah mereka," paparnya.

Pesawat tersebut akhirnya diketahui jatuh di kawasan hutan di South Carolina sekitar 60 mil dari tempat pilot terjun payung ke darat.

Petugas penegak hukum negara bagian setempat mengatakan mereka secara resmi mengidentifikasi pesawat tersebut pada hari Senin dan sejak itu menutup jalan sepanjang satu mil di Williamsburg County.

Penduduk setempat di daerah pedesaan mengatakan mereka mendengar suara yang memekakkan telinga sebelum terjadi ledakan besar yang mengguncang rumah mereka.

Jet tersebut merupakan bagian dari program sistem persenjataan Departemen Pertahanan AS yang paling mahal, menurut laporan bulan Mei 2023 dari Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS.

Badan tersebut sedang mempertimbangkan untuk memodernisasi mesin pesawat.

Aboulafia mengatakan meskipun model berteknologi tinggi ini mungkin memiliki kendala, pesawat ini masih dianggap sebagai jet tempur terbaik di dunia dan didambakan oleh banyak negara.

“Saya memahami rasa frustrasi akibat penundaan, pembengkakan biaya, dan hal lainnya,” katanya.

“Tetapi faktanya adalah mereka tidak dapat memproduksinya dengan cukup cepat untuk memenuhi permintaan. Dan itulah intinya," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Widyawati Pantau Tio...
Widyawati Pantau Tio Pakusadewo dari Grup WA, Bersyukur Kondisinya Kini Membaik
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Berita Terkini
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved