Guru Perempuan Ini Ditangkap Polisi karena Perkosa Anak Laki-laki 12 Tahun

Senin, 11 September 2023 - 11:56 WIB
loading...
Guru Perempuan Ini Ditangkap...
Guru perempuan di AS ditangkap polisi atas tuduhan memerkosa anak laki-laki berusia 12 tahun. Foto/Departemen Polisi Convington
A A A
TENNESSEE - Seorang guru perempuan di Amerika Serikat (AS) ditangkap polisi atas tuduhan telah memerkosa anak laki-laki berusia 12 tahun.

Alissa McCommon (38), asal Tennessee, yang mengajar Bahasa Inggris dan Ilmu Sosial kepada siswa kelas empat Sekolah Dasar (SD), telah ditangkap dan didakwa memerkosa korban.

Polisi sekarang sedang mencari kemungkinan korban lain dari guru tersebut.

Alissa McCommon, yang telah menjadi ibu dari dua anak, ditahan oleh Departemen Kepolisian Covington pada hari Jumat pekan lalu. Saat ini, dia ditahan di Penjara Tipton County dengan jaminan USD25.000.

Baca Juga: 5 Pria Israel Perkosa Wanita Inggris Secara Beramai-ramai di Siprus

Menurut Kepala Polisi Covington Donna Turner, McCommon melakukan hubungan seksual dengan salah satu mantan muridnya di rumahnya pada tahun 2021. Anak laki-laki itu baru berusia 12 tahun ketika pelecehan itu terjadi.

McCommon mengajar di Charger Academy, sebuah SD di distrik tersebut.

Pihak distrik sekolah mengetahui tuduhan tersebut pada 24 Agustus ketika orang tua korban melaporkannya. McCommon kemudian diskors.

Polisi mengatakan bahwa beberapa korban remaja lainnya melapor dan mengeklaim bahwa McCommon telah menghubungi mereka melalui media sosial dan bermain video game dengan mereka.

Dia kemudian diduga mengirimi mereka foto-foto telanjang dan meminta mereka berhubungan seks dengannya.

Polisi mengatakan McCommon mengakui bahwa dia melakukan percakapan yang tidak pantas dengan mantan siswanya.

Laporan tentang penangkapan guru tersebut mengejutkan dan membuat marah banyak orang tua siswa, yang mengatakan bahwa mereka baru diberitahu oleh pihak sekolah dua minggu kemudian melalui postingan Facebook.

Beberapa orang tua mengatakan mereka mempertimbangkan untuk melakukan homeschooling pada anak-anak mereka karena mereka kehilangan kepercayaan terhadap pihak distrik sekolah.

Salah satu orang tua, Bianca Taylor, mengatakan kepada Fox13 Memphis, yang dilansir Senin (11/9/2023), bahwa dia bertanya kepada putranya apakah gurunya ada di sekolah akhir-akhir ini. Anaknya mengatakan ada guru pengganti karena pihak sekolah mengatakan gurunya sakit.

“Saya berharap mereka menanggapi masalah ini dengan serius, karena situasi lainnya. Jika laki-laki melakukan hal sebaliknya, kalian akan menganggapnya lebih serius,” kata Taylor.

“Bahkan jika dia melakukannya atau tidak, hal itu perlu diperhatikan dan tidak disembunyikan.”

Polisi mengatakan bahwa dugaan tindakan seksual tersebut diyakini tidak terjadi di lingkungan sekolah.

“Ini tidak dapat diungkapkan dan 100 persen dapat dicegah. Saya pikir itulah sebabnya para detektif dan kami sangat bersemangat untuk memastikan para dugaan korban baik-baik saja," kata Turner.

Pengacara guru tersebut, Jere Mason, mengatakan kliennya membantah tuduhan tersebut. Dia juga mengatakan bahwa kliennya menjadi sasaran yang tidak adil di media sosial.

“Kami percaya bahwa ini adalah perburuan penyihir di media sosial dan itu membuat kami frustrasi,” kata Mason.

“Apa yang kami minta adalah masyarakat bersabar dan membiarkan sistem peradilan melakukan tugasnya dan tidak menciptakan penganiayaan lebih lanjut terhadap tersangka korban atau keluarga terdakwa.”

Polisi masih menyelidiki kasus ini dan berharap untuk mengajukan tuntutan lebih lanjut terhadap McCommon. Jadwal kehadirannya di sidang pengadilan ditetapkan pada 13 Oktober 2023.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Pengadilan Kriminal...
Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte
Rekomendasi
Brasil Lolos ke 16 Besar...
Brasil Lolos ke 16 Besar usai Comeback Dramatis Singkirkan Jepang
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
PWNU DIY Usul Aturan...
PWNU DIY Usul Aturan Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Pakai Medsos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved