Sampaikan Ultimatum ke Rusia, Moskow Cela Menlu AS

Rabu, 12 April 2017 - 16:21 WIB
Sampaikan Ultimatum...
Sampaikan Ultimatum ke Rusia, Moskow Cela Menlu AS
A A A
MOSKOW - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia memberikan tanggapan atas kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Rex Tillerson, ke Rusia. Kemlu Rusia mengatakan adalah hal yang tidak berguna mencoba berbicara dengan Moskow dalam kondisi membawa ultimatum.

"Bagi saya, setiap orang sudah mengerti bahwa tidak ada gunanya untuk melakukan perjalan ke Rusia dengan ultimatum. Itu hanya kontraproduktif," kata juru bicara Kemlu Rusia, Maria Zakharova, seperti dikutip dari Sputniknews, Rabu (12/4/2017).

Terkait komentar Tillerson di Italia yang mendesak Moskow untuk meninggalkan dukungan untuk pemerintah Suriah dan label presiden sebagai mitra yang tidak bisa diandalkan, Zakharova mengatakan: "Saya biasanya tidak melihatnya sebagai ultimatum."

Menlu yang juga Sekretaris Negara AS, Rex Tillerson, melakukan kunjungan ke Rusia. Kunjungan Tillerson itu untuk membawa pesan dari kekuatan dunia ke Moskow yang mengecam dukungan Rusia untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Tillerson sebelumnya telah bertemu dengan menteri luar negeri dari kelompok negara-negara maju Kelompok Tujuh (G7) dan sekutu Timur Tengah di Italia. Mereka mendukung seruan bersama untuk Rusia agar meninggalkan Assad.

"Hal ini jelas bagi kami masa pemerintahan keluarga Assad akan segera berakhir. Kami berharap bahwa pemerintah Rusia menyimpulkan bahwa mereka telah bersekutu dengan pasangan tidak dapat diandalkan di Bashar al-Assad," kata Tillerson.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Berita Terkini
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
28 menit yang lalu
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
56 menit yang lalu
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
3 jam yang lalu
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
3 jam yang lalu
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
4 jam yang lalu
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
10 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved