AS Kirim Amunisi Depleted Uranium ke Ukraina, Ini Kata Pentagon
Kamis, 07 September 2023 - 10:52 WIB
loading...
AS mengirimkan amunisi depleted uranium dalam paket bantua militer terbaru ke Ukraina. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) yakin militer Ukraina akan menggunakan amunisi depleted uranium (DU) secara bertanggung jawab. Hal itu diungkapkan Wakil Sekretaris Pers Pentagon Sabrina Singh.
“Saya tidak akan mendahului pengumuman apapun yang belum dibuat oleh Pentagon hari ini, tapi apa yang akan saya katakan adalah peluru-peluru ini adalah penggunaan standar pada tank-tank yang tidak hanya digunakan oleh AS, tapi kami akan menyediakannya untuk Ukraina,” kata Singh kepada CNN yang dikutip dari RT, Kamis (7/9/2023).
“Dan jika dana tersebut dimasukkan dalam paket yang akan diajukan hari ini atau dalam beberapa minggu mendatang, kami memiliki keyakinan mutlak bahwa Ukraina akan menggunakannya secara bertanggung jawab,” tambahnya.
Baca Juga: Putus Asa Hadapi Ketangguhan Tentara Rusia, AS Akan Kirim Amunisi Depleted Uranium ke Ukraina
Kemungkinan pengiriman amunisi DU diberitakan oleh Wall Street Journal pada bulan Juni dan dibocorkan ke Reuters minggu lalu. Hal ini diumumkan secara resmi pada Rabu sore, sebagai bagian dari paket bantuan militer baru senilai USD175 juta ke Kiev.
“Saya tidak akan mendahului pengumuman apapun yang belum dibuat oleh Pentagon hari ini, tapi apa yang akan saya katakan adalah peluru-peluru ini adalah penggunaan standar pada tank-tank yang tidak hanya digunakan oleh AS, tapi kami akan menyediakannya untuk Ukraina,” kata Singh kepada CNN yang dikutip dari RT, Kamis (7/9/2023).
“Dan jika dana tersebut dimasukkan dalam paket yang akan diajukan hari ini atau dalam beberapa minggu mendatang, kami memiliki keyakinan mutlak bahwa Ukraina akan menggunakannya secara bertanggung jawab,” tambahnya.
Baca Juga: Putus Asa Hadapi Ketangguhan Tentara Rusia, AS Akan Kirim Amunisi Depleted Uranium ke Ukraina
Kemungkinan pengiriman amunisi DU diberitakan oleh Wall Street Journal pada bulan Juni dan dibocorkan ke Reuters minggu lalu. Hal ini diumumkan secara resmi pada Rabu sore, sebagai bagian dari paket bantuan militer baru senilai USD175 juta ke Kiev.
Lihat Juga :