5 Pria Israel Perkosa Wanita Inggris Secara Beramai-ramai di Siprus

Rabu, 06 September 2023 - 15:32 WIB
loading...
5 Pria Israel Perkosa...
Lima pria Israel ditahan di Siprus atas tuduhan memerkosa wanita Inggris secara beramai-ramai. Foto/REUTERS
A A A
AYIA NAPA - Sebanyak lima pria Israel ditahan di Siprus atas tuduhan memerkosa seorang wanita Inggris secara beramai-ramai.

Korban, yang berusia 20 tahun, sedang berlibur di Ayia Napa ketika dia diculik dan diserang para tersangka.

Lima tersangka, berusia 19 dan 20 tahun, telah ditahan selama delapan hari tambahan, seperti yang diperintahkan oleh hakim pengadilan distrik di Famagusta setelah penangkapan mereka pada Minggu malam.

Korban, yang tidak dapat diidentifikasi karena alasan hukum, melapor ke polisi bahwa dia telah mengalami pelecehan seksual oleh sekelompok pria Israel, yang dengan paksa membawanya dari area kolam renang hotel ke kamarnya.

Baca Juga: Benar-benar Gila! Wanita India Diarak Telanjang untuk Diperkosa Beramai-ramai

“Mereka akan ditahan di sel tahanan kami di Paralimni, kami menanggapi tuduhan ini dengan serius,” kata seorang petugas polisi di Ayia Napa, yang berbicara secara anonim. Petugas tersebut menggambarkan korban “sangat tertekan.”

Menurut Cyprus News Agency, Rabu (6/9/2023), penangkapan terhadap para tersangka terjadi setelah polisi mendapatkan kesaksian dari saksi yang menguatkan tuduhan tersebut.

Lebih lanjut, lima warga Israel dan satu warga Inggris akan menjalani evaluasi medis.

Seorang juru bicara Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan Inggris mengatakan kepada BBC: “Kami mendukung seorang wanita Inggris di Siprus dan menghubungi pihak berwenang setempat.”

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan para pejabat telah berhubungan dengan pihak berwenang Siprus serta keluarga dari lima warga Israel yang ditahan.

Orit Sulitzeanu, direktur eksekutif Asosiasi Pusat Krisis Pemerkosaan di Israel, mencatat bahwa pemberitaan terkait kejadian tersebut merupakan bagian dari serangkaian kasus pelecehan seksual berkelompok.

“Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat Israel karena ini bukan kasus yang terisolasi, melainkan fenomena berbahaya pelecehan seksual berkelompok yang berkembang di sini sebagai bagian dari budaya rekreasi di luar negeri, seperti yang terjadi pada tahun 2019 di Ayia Napa, sekitar sebulan lalu di Rhodes dan pada tahun 2019 di Kreta,” kata Sulitzeanu.

“Sistem pendidikan di Israel mempunyai peran penting dalam mendidik generasi muda mengenai seksualitas yang sehat dan mencegah kekerasan seksual, untuk membahas apa yang dimaksud dengan persetujuan dan, tentu saja, masalah memotret dan mendistribusikan video, yang merupakan pelanggaran pidana," paparnya.

Kasus ini muncul setelah seorang wanita Inggris lainnya tahun lalu memenangkan bandingnya untuk membatalkan hukuman karena "berbohong" tentang pemerkosaan beramai-ramai oleh 12 turis Israel ketika dia berusia 19 tahun di sebuah resor liburan di Siprus pada tahun 2019.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Lewat Green Zakat, BSI...
Lewat Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Investasi Emas
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Berita Terkini
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved