Ukraina Dilaporkan Bayar Rp269 Miliar untuk Drone Abal-abal
Rabu, 06 September 2023 - 07:40 WIB
loading...
A
A
A
Namun, kontrak itu sendiri menyebabkan keretakan di dalam UAS, dengan Rosenblat mengambil alih merek dagang dan bagian administratif perusahaan, sementara salah satu pendiri Konstantin Pozhidayev mengambil alih produksi.
Perselisihan dilaporkan dimulai karena harga drone yang melambung, yang menurut outlet tersebut termasuk suap sebesar 30% untuk pejabat Kementerian Pertahanan yang ditawarkan oleh Rosenblat.
Perselisihan itu juga menyebabkan perubahan dalam cara produksi drone dengan banyak komponen yang diganti.
Rosenblat menggambarkan perubahan tersebut sebagai “peningkatan” namun mengakui pada Agustus bahwa perusahaan tersebut baru menyelesaikan 12 drone dan memiliki komponen yang cukup untuk membuat 18 drone lagi, yang masih jauh dari 55 drone yang sebagian besar dibayar di muka oleh UAF.
Rosenblat menyalahkan keterlambatan itu pada penyelidikan korupsi yang telah membekukan aset yang dimiliki UAS.
Namun, kinerja buruk dan skandal korupsi tidak membuat AFU membatalkan kontrak, malah memilih untuk memindahkan batas waktu ke Oktober.
Perselisihan dilaporkan dimulai karena harga drone yang melambung, yang menurut outlet tersebut termasuk suap sebesar 30% untuk pejabat Kementerian Pertahanan yang ditawarkan oleh Rosenblat.
Perselisihan itu juga menyebabkan perubahan dalam cara produksi drone dengan banyak komponen yang diganti.
Rosenblat menggambarkan perubahan tersebut sebagai “peningkatan” namun mengakui pada Agustus bahwa perusahaan tersebut baru menyelesaikan 12 drone dan memiliki komponen yang cukup untuk membuat 18 drone lagi, yang masih jauh dari 55 drone yang sebagian besar dibayar di muka oleh UAF.
Rosenblat menyalahkan keterlambatan itu pada penyelidikan korupsi yang telah membekukan aset yang dimiliki UAS.
Namun, kinerja buruk dan skandal korupsi tidak membuat AFU membatalkan kontrak, malah memilih untuk memindahkan batas waktu ke Oktober.
(sya)
Lihat Juga :