5 Isu Utama pada KTT G20 di India, dari Perang Ukraina-Rusia hingga Pemimpin yang Akan Dikucilkan

Selasa, 05 September 2023 - 21:30 WIB
loading...
5 Isu Utama pada KTT...
KTT G20 memiliki banyak isu yang menarik karena menyangkut perseteruan global. Foto/Reuters
A A A
NEW DELHI - Para pemimpin negara-negara terkaya dan terkuat di dunia akan menghadiri KTT G20 yang berlangsung selama dua hari di ibu kota India, New Delhi, mulai tanggal 9 September 2023.

Ini adalah pertama kalinya India menjadi tuan rumah bagi sekelompok pemimpin dunia yang begitu kuat. Ibukotanya telah dihiasi dengan bunga hias dan air mancur di bundaran lalu lintas, sementara gedung-gedung publik dan trotoar telah diberi lapisan cat baru.

Keamanan disediakan oleh sistem anti-drone, dan pengerahan 130.000 polisi dan personel paramiliter.

Berikut adalah 5 fakta tentang KTT G20 di India.

1. Kekuatan 80% PDB Global

5 Isu Utama pada KTT G20 di India, dari Perang Ukraina-Rusia hingga Pemimpin yang Akan Dikucilkan

Foto/Reuters

Dua puluh negara besar di dunia membentuk kelompok ekonomi setelah krisis keuangan Asia pada tahun 1999 dengan pemahaman bahwa krisis tersebut tidak dapat lagi diatasi dalam batas negara dan memerlukan kerja sama ekonomi internasional yang lebih baik.

Blok tersebut saat ini menyumbang 80% dari produksi domestik bruto (PDB) global dan 75% perdagangan internasional.

Anggotanya meliputi Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Prancis, Jerman, India, india, Italia, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa .

Meskipun hanya kepala keuangan yang bertemu pada tahun-tahun awal, para kepala negara anggota memutuskan untuk bertemu setahun sekali dalam pertemuan puncak para pemimpin pasca krisis keuangan tahun 2008.

Baca Juga: Demi Sukseskan KTT G20, India Hancurkan Ribuan Rumah di Kawasan Kumuh

2. Isu Utang hingga Arsitektur Utang Internasional

Di bawah kepemimpinan India selama setahun, blok tersebut memusatkan diskusi seputar pinjaman lebih banyak kepada negara-negara berkembang dari lembaga multilateral, reformasi arsitektur utang internasional, peraturan mengenai mata uang kripto, dan dampak ketidakpastian geopolitik terhadap ketahanan pangan dan energi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved