6 Penyebab Tank Abrams Tak Mampu Mendukung Serangan Balik Ukraina ke Rusia

Sabtu, 02 September 2023 - 22:05 WIB
loading...
A A A
Sementara para pejabat lainnya mengeluh secara anonim tentang militer Ukraina yang terlalu “menghindari risiko” sehingga secara membabi buta mengerahkan ribuan tentaranya untuk melakukan serangan besar-besaran.

Baca Juga: 5 Alasan Latihan Perang Combat Brotherhood-2023 Memaksa NATO Siaga Penuh

2. Bukan Peluru Perak

"Abrams jelas bukan peluru perak yang dicari Ukraina," kata perwira intelijen militer veteran Rusia dan veteran Afghanistan dan Suriah Anatoliy Matviychuk kepada Sputnik.

“Abrams yang didapat Ukraina bukanlah hal baru, mereka adalah varian M1. Inilah Abrams yang ambil bagian dalam pertempuran di Irak. Di sana, mereka mengalami masalah – mesin turbin gas mereka berhenti bekerja, sehingga mereka harus menggantinya dengan mesin diesel. Kemudian peralatan yang sama ini dipindahkan ke Eropa,” kata Matviychuk.

3. Terlalu berat

6 Penyebab Tank Abrams Tak Mampu Mendukung Serangan Balik Ukraina ke Rusia

Foto/Reuters

Uni Soviet dan sekutunya memiliki persyaratan bahwa tank tidak boleh melebihi 50 ton. Tank kami berada dalam kisaran 43-47 ton.

“Abrams berbobot 60 ton. Ketika mereka pertama kali tiba di Polandia, mereka menghancurkan peron kereta api Polandia, yang jalur landainya tidak cocok untuk beban seperti itu. Kedua, kita telah melihat video Abrams gagal mendaki bukit es, karena track roller-nya berengsel karet, dilapisi karet, yang berperilaku seperti sapi di atas es,” kata Matviychuk.

Selain itu, kembali ke sistem bahan bakar, Matviychuk mengatakan bahwa Abrams “sangat berubah-ubah,” dan jika kualitas bahan bakar yang diperlukan tidak digunakan, kendaraan dapat terhenti sama sekali di jalurnya.

4. Tidak Akan Mengubah Permainan

Angka juga berperan, kata Matviychuk. “Saya rasa Abrams tidak akan mengubah apa pun di medan perang. Selain itu, apa itu 10 Abrams? T-80 Alyosha kami menghancurkan 10 kendaraan lapis baja dalam satu pertempuran. Akan ada 3-4 kru seperti Alyosha, dan 10 Abrams akan selesai.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Iran Ancam Serang Fasilitas...
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Negara-Negara Arab, jika..
Rekomendasi
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Datangi Bareskrim, Dude...
Datangi Bareskrim, Dude Harlino Kembalikan Uang Rp5,2 Miliar Honor PT DSI
Berita Terkini
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
Infografis
Pertama Kalinya, Ukraina...
Pertama Kalinya, Ukraina Gunakan Bom JDAM-ER ke Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved