AS Sebut Pasukan Ukraina Buat Kemajuan Penting di Zaporizhzhia
Sabtu, 02 September 2023 - 09:36 WIB
loading...
A
A
A
Kiev melancarkan serangan balasannya setelah mendapatkan senjata yang lebih canggih dari sekutu Baratnya dan mempersiapkan batalion penyerangan.
Namun kemajuannya berjalan lambat dan Kiev terus mendesak negara-negara NATO untuk mengirimkan tank, peralatan ranjau dan pesawat tempur – terutama jet tempur F-16 buatan AS.
Pada hari Kamis, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan kepada CNN bahwa pasukan Kiev terus bergerak maju, namun ini adalah perjuangan yang sulit.
Kuleba pun menyuarakan kekesalannya terhadap mereka yang mengkritik kecepatan serangan balasan Ukraina.
“Saya akan merekomendasikan semua kritikus untuk tutup mulut, datang ke Ukraina dan mencoba membebaskan satu sentimeter persegi,” katanya pada pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Spanyol.
Baca Juga: Ukraina Kesal Serangan Balik ke Rusia Dicap Lambat, Minta Pengkritik Tutup Mulut
Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022. Pasukan Rusia telah merebut semenanjung Crimea dan sebagian besar wilayah Donbas di Ukraina pada tahun 2014.
Namun kemajuannya berjalan lambat dan Kiev terus mendesak negara-negara NATO untuk mengirimkan tank, peralatan ranjau dan pesawat tempur – terutama jet tempur F-16 buatan AS.
Pada hari Kamis, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan kepada CNN bahwa pasukan Kiev terus bergerak maju, namun ini adalah perjuangan yang sulit.
Kuleba pun menyuarakan kekesalannya terhadap mereka yang mengkritik kecepatan serangan balasan Ukraina.
“Saya akan merekomendasikan semua kritikus untuk tutup mulut, datang ke Ukraina dan mencoba membebaskan satu sentimeter persegi,” katanya pada pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Spanyol.
Baca Juga: Ukraina Kesal Serangan Balik ke Rusia Dicap Lambat, Minta Pengkritik Tutup Mulut
Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022. Pasukan Rusia telah merebut semenanjung Crimea dan sebagian besar wilayah Donbas di Ukraina pada tahun 2014.
Lihat Juga :