AS-China Memanas, Pembom Beijing Latihan Serangan di Laut China Selatan

Jum'at, 31 Juli 2020 - 01:20 WIB
loading...
A A A
Awal bulan ini, Washington secara resmi menyebut sebagian besar klaim maritim China di Laut China Selatan adalah ilegal. Menteri Luar Negeri Amerika Michael Pompeo mengatakan bahwa AS dan dunia tidak akan membiarkan Beijing memperlakukan jalur air internasional sebagai "kerajaan maritim".

Namun, Ren menegaskan bahwa China memiliki kedaulatan yang tak terbantahkan atas Laut China Selatan. Ren mengatakan latihan perang yang dipimpin kelompok tempur kapal induk USS Ronald Reagan dan USS Nimitz adalah bukti dari "sikap hegemonik" Amerika dalam mengganggu perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.

"Kami menuntut pihak AS berhenti mengeluarkan pernyataan yang salah, menghentikan tindakan militer provokatifnya di Laut China Selatan dan berhenti menebarkan perselisihan di antara negara-negara di kawasan itu," katanya, seperti dilansir South China Morning Post, Jumat (31/7/2020).

Pensiunan perwira Angkatan Laut PLA Wang Yunfei mengatakan pekan lalu bahwa Presiden AS Donald Trump mungkin mempertimbangkan untuk meluncurkan serangan mendadak pada fitur-fitur di Laut China Selatan yang diklaim oleh Beijing dalam upaya untuk meningkatkan tawaran pemilu-nya. (Baca juga: Punya Rudal Anti-Kapal, China Tak Takut 3 Kapal Induk AS )

Menurut Wang dalam artikelnya di situs Phoenix Television mengatakan Scarborough Shoal, yang juga diklaim oleh Filipina, adalah salah satu opsi yang paling mungkin diserang AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Janggal, Jubir Angkatan...
Janggal, Jubir Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas akibat Kecelakaan
Rekomendasi
Norwegia Lolos ke 16...
Norwegia Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Pantai Gading 2-1
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Berita Terkini
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved