Tak Punya Rasa Kemanusiaan, Mantan Politisi Malaysia Siksa TKW Asal Banjarnegara selama 5 Tahun
Selasa, 29 Agustus 2023 - 10:43 WIB
loading...
Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Hermono mendengarkan kisah penyiksaan TKW asal Banjarnegara. Foto/KBRI Kuala Lumpur
A
A
A
KUALA LUMPUR - Kasus kekerasan fisik dan tidak digaji kembali dialami Asisten Rumah Tangga (ART) Indonesia. Nunik (bukan nama sebenarnya), ART asal Banjarnegara memberikan pengakuannya kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Hermono mengenai kasus kekerasan yang dialaminya selama bekerja pada majikan, yang diketahui Nunik, dikenal sebagai seorang mantan politisi bergelar Dato’ yang aktif partai politik yang berkuasa saat ini.
Nunik menerangkan kepada Dubes Hermono bahwa betapa dirinya miris tidak digaji selama 5 tahun bekerja, “Majikan saya padahal punya 9 mobil dan rumah mewah 3 lantai tapi saya tidak digaji bertahun-tahun,” katanya dalam rilis Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur kepada Sindonews.
Selain tidak digaji, berdasarkan keterangan Nunik kepada Dubes Hermono, ia kerap menerima siksaan fisik dari majikan hingga menyebabkan luka dan cacat di beberapa bagian tubuhnya. Nunik juga tidak pernah menerima perawatan medis yang semestinya.
Di hadapan Dubes Hermono, Nunik terlihat bergetar dan berlinang air mata ketika menerangkan pengakuannya sejumlah kejadian kekerasan fisik yang dialaminya selama lima tahun. Termasuk diantaranya saat majikan mengguyurnya dengan air panas hingga meninggalkan bekas luka yang serius di beberapa bagian tubuhnya, pemukulan pada bagian jarinya.
Nunik juga mengalami kekerasan fisik lainnya yang kerap dilakukan majikan, termasuk yang juga dilakukan oleh supir majikan. Ditambahkan pula dalam pengakuannya kekerasan fisik yang diterimanya akibat kesalahan yang tidak jelas alasannya.
Nunik menerangkan kepada Dubes Hermono bahwa betapa dirinya miris tidak digaji selama 5 tahun bekerja, “Majikan saya padahal punya 9 mobil dan rumah mewah 3 lantai tapi saya tidak digaji bertahun-tahun,” katanya dalam rilis Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur kepada Sindonews.
Selain tidak digaji, berdasarkan keterangan Nunik kepada Dubes Hermono, ia kerap menerima siksaan fisik dari majikan hingga menyebabkan luka dan cacat di beberapa bagian tubuhnya. Nunik juga tidak pernah menerima perawatan medis yang semestinya.
Di hadapan Dubes Hermono, Nunik terlihat bergetar dan berlinang air mata ketika menerangkan pengakuannya sejumlah kejadian kekerasan fisik yang dialaminya selama lima tahun. Termasuk diantaranya saat majikan mengguyurnya dengan air panas hingga meninggalkan bekas luka yang serius di beberapa bagian tubuhnya, pemukulan pada bagian jarinya.
Nunik juga mengalami kekerasan fisik lainnya yang kerap dilakukan majikan, termasuk yang juga dilakukan oleh supir majikan. Ditambahkan pula dalam pengakuannya kekerasan fisik yang diterimanya akibat kesalahan yang tidak jelas alasannya.
Lihat Juga :