Lawan Rusia, Pasukan Khusus Ukraina Mendarat di Crimea

Jum'at, 25 Agustus 2023 - 11:15 WIB
loading...
Lawan Rusia, Pasukan...
Pasukan khusus Ukraina mendarat dan mengibarkan bendera nasional mereka di Crimea dalam operasi melawan Rusia, Rabu (24/8/2023). Foto/Militer Ukraina/via REUTERS
A A A
KYIV - Badan intelijen Ukraina mengumumkan bahwa pasukan khusus Kyiv telah mendarat dan mengibarkan bendera nasionalnya di Crimea selama operasi khusus untuk memperingati Hari Kemerdekaan.

Crimea memisahkan diri dari Ukraina pada 2014 dan bergabung dengan Rusia melalui referendum. Namun, Kyiv dan sekutu Barat-nya tidak mengakui referendum tersebut dan menganggapnya sebagai pencaplokan wilayah oleh Moskow.

Ukraina memperingati Hari Kemerdekaan pada Kamis (24/8/2023), peringatan kemerdekaan kedua sejak diinvasi Rusia pada Februari 2022.

Kyiv telah berulang kali mengatakan pihaknya bertujuan untuk merebut kembali Crimea, yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Ukraina tetapi telah dikuasai oleh Rusia sejak 2014.

Baca Juga: Ukraina Klaim Ledakkan Sistem Rudal S-400 di Crimea, Pukulan Telak bagi Rusia

Badan intelijen Ukraina, GUR, mengatakan pasukan khusus mereka telah mendarat semalam di pantai barat Crimea dekat kota Olenivka dan Mayak, tempat mereka terlibat dalam pertempuran.

“Akibatnya musuh mengalami kerugian di antara personelnya. Peralatan musuh dihancurkan,” katanya.

"Bendera negara kembali berkibar di Crimea Ukraina," lanjut GUR, seperti dikutip AFP, Jumat (25/8/2023).

Ukraina telah melancarkan beberapa serangan di semenanjung Laut Hitam tersebut sejak dimulainya invasi Moskow, dan menyebut wilayah tersebut sebagai wilayah yang “diduduki sementara” dalam pernyataannya.

Kyiv mengatakan pada hari Rabu lalu bahwa pasukannya telah menghancurkan sistem antipesawat S-400 Rusia di wilayah tersebut, sehingga menimbulkan “pukulan menyakitkan” pada pertahanan udara musuh.

Sementara itu, Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store, yang melakukan kunjungan kejutan pada Hari Kemerdekaan ke Kyiv, mengumumkan bahwa negaranya akan menyumbangkan jet tempur F-16 dalam jumlah yang tidak ditentukan ke Ukraina untuk memperkuat Angkatan Udara-nya.

Norwegia adalah negara ketiga setelah Denmark dan Belanda yang menjanjikan F-16 ke Ukraina.

Di Washington, Pentagon mengumumkan akan memulai pelatihan F-16 untuk beberapa pilot Ukraina dan puluhan personel pemeliharaan bulan depan, dimulai dengan pelajaran bahasa Inggris.

Pelatihan biasanya berlangsung lima hingga delapan bulan, kata juru bicara Pentagon Pat Ryder, tergantung pada keterampilan yang dimiliki pilot.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Infografis
10 Pasukan Khusus Terganas...
10 Pasukan Khusus Terganas di Dunia, Indonesia Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved