Pakar Nuklir: Tritium di Air Limbah Fukushima Sangat Berbahaya, Picu Kerusakan Genetik

Kamis, 24 Agustus 2023 - 20:01 WIB
loading...
A A A
Aktivis Korea Selatan memprotes rencana Jepang melepaskan air radioaktif yang telah diolah dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima yang hancur akibat tsunami ke laut.

Pemimpin oposisi Partai Demokrat Lee Jae-myung mengatakan mereka bermaksud meminta pertanggungjawaban pemerintah Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol karena "gagal melakukan tugasnya."

Lee mengecam rencana Jepang membuang air dari pembangkit listrik Fukushima sebagai tindakan “teror.”

Kelompok nelayan lokal dan pakar hak asasi manusia PBB menyuarakan keprihatinan mereka mengenai potensi ancaman terhadap lingkungan laut dan kesehatan masyarakat.

Namun, Tokyo tidak mau terpengaruh. Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida bersumpah “masalah pembuangan air yang diolah dalam sistem ALPS (Advanced Liquid Processing System) tidak dapat ditunda,” saat ia berbicara kepada wartawan setelah pertemuan puncak trilateral AS-Jepang-Korea Selatan di Camp David.

KTT ini diadakan di tengah situasi keamanan yang memburuk dengan cepat di Asia, dengan pemerintahan Biden yang menggalang sekutu untuk “menahan” China, sehingga tidak mengherankan jika Washington dan pejabat Seoul menahan diri untuk ikut serta dalam kelompok yang mengecam pelepasan air limbah radioaktif Fukushima.

AS menyatakan keyakinannya pemerintah Jepang telah “menetapkan proses yang sangat ketat… dan mempertimbangkan semua opsi serta dampaknya.”

Washington mengklaim sekutunya “sangat transparan mengenai keputusan dan prosesnya.”

Rusia juga mendesak Tokyo berbuat lebih transparan mengenai tindakannya terkait pelepasan air radioaktif dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima ke laut.

Tindakan itu “dapat menimbulkan ancaman radiasi,” menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam pengarahan.

Zakharova mencatat Jepang seharusnya menjawab pertanyaan yang dikirimkan Rusia dan China mengenai pembuangan air radioaktif, serta memberikan akses penuh ke semua informasi menarik dan pengambilan sampel air.

“Jepang harus memberikan semua informasi yang diperlukan kepada pihak terkait, hingga kemungkinan pengambilan sampel lingkungan di lokasi pembuangan. Perusahaan yang mengoperasikan stasiun ini berulang kali terbukti tidak konsisten dengan informasi yang diberikan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia.

Bencana nuklir Fukushima terjadi pada 11 Maret 2011. Pembangkit tersebut rusak berat menyusul gempa berkekuatan 9 skala Richter di Samudera Pasifik yang memicu tsunami besar.

Hal ini pada gilirannya menyebabkan tiga reaktor nuklir meleleh. Kecelakaan tersebut mengakibatkan kontaminasi luas pada tanah dan air setempat.

Bencana tersebut menyebabkan 22.200 orang tewas atau hilang. Pada tahun-tahun berikutnya, sekitar 1,33 juta meter kubik air yang terkontaminasi terakumulasi di PLTN.

Itu adalah air yang digunakan untuk mendinginkan reaktor yang rusak, serta air hujan dan air tanah yang meresap ke dalam lokasi PLTN.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Pelatih Korea Selatan...
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Negaranya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Kontroversi Warnai Laga...
Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti
Berita Terkini
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Infografis
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved