Ide Gila AS agar Guam Tak Jadi Target Empuk China: Sebar Sistem Rudal di 20 Situs

Sabtu, 19 Agustus 2023 - 11:52 WIB
loading...
Ide Gila AS agar Guam...
Guam, yang jadi target empuk rudal jarak jauh China, akan dilindungi AS dengan sistem pertahanan rudal 360 derajat yang disebar di 20 situs. Foto/US Navy/Stacy Laseter
A A A
WASHINGTON - Guam, yang jadi rumah pangkalan militer Amerika Serikat (AS), telah menjadi bidikan empuk rudal jarak jauh China dan Korea Utara (Korut) ketika tensi permusuhan memanas.

Sekarang, Washington meluncurkan "ide gila" untuk melindungi pulau di Pasifik. Ide tersebut, menurut rencana Pentagon, adalah menyebarkan sistem pertahanan rudal 360 derajat di 20 situs.

Penyebaran sistem perisai misil sebanyak itu diperkirakan menelan biaya USD5 miliar. Sistem itu dirancang untuk mendeteksi dan menembak jatuh rudal balistik, jelajah, dan hipersonik yang masuk ke Guam.

Sistem itu akan menggabungkan teknologi anti-rudal Angkatan Darat dan Angkatan Laut, termasuk teknologi dari sistem berbasis kapal yang telah diadaptasi untuk darat.

Baca Juga: Guam Jadi Target China, Komandan AS Minta Tambahan Sistem Pertahanan

Awal tahun ini, Wakil Laksamana Jon Hill, direktur Badan Pertahanan Rudal AS, bagian dari Departemen Pertahanan, mengatakan; "Tidak ada akhir untuk pengembangan pertahanan rudal di Guam."

"Kami akan memberikan kemampuan saat sudah siap dan kami akan terus membangunnya," katanya kepada wartawan di McAleese and Associates Defense Conference.

Alih-alih tenang, penduduk Guam justru cemas dengan "ide gila" Amerika dalam melindungi pulau tersebut.

Joni Kerr, warga lokal, menangis ketika membayangkan Guam akan jadi medan pertempuran rudal.

"Saya menjadi sedikit emosional," katanya.

"Hidup di bawah kemungkinan ancaman sekarang...ini mengganggu. Sungguh," papar wanita Pribumi Chamorro tersebut, yang rumahnya telah menjadi target ancaman rudal Korea Utara di masa lalu.

China memiliki rudal balistik yang dijuluki "pembunuh Guam".

"Guam adalah target hari ini," kata direktur Missile Defense Project di Center for Strategic and International Studies (CSIS) Tom Karako, seperti dikutip ABC, Sabtu (19/8/2023).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Berita Terkini
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved