500 Tahanan di Bahrain Mogok Makan

Jum'at, 18 Agustus 2023 - 19:40 WIB
loading...
A A A
Narapidana mengatakan penolakan perawatan medis, penggunaan kurungan isolasi dan pelecehan adalah hal biasa. Keluarga Ahmed Jaafar Mohamed Ali, seorang pembangkang yang diekstradisi dari Serbia ke Bahrain tahun lalu bertentangan dengan keputusan pengadilan hak asasi manusia Eropa karena khawatir dia akan disiksa di Bahrain, mengatakan dia telah ikut mogok makan.

Keluarganya mengatakan bahwa setelah Ali menuntut untuk menemui petugas jaga di Jau pada 15 Agustus, petugas tersebut datang dan menginstruksikan penjaga lain untuk menyemprotkan merica ke wajah Ali. Dia kemudian diikat, dengan tangan di belakang punggung dan di kaki, sebelum dibawa ke sel isolasi.

Pemerintah Bahrain telah dihubungi untuk memberikan komentar. Kantor ombudsman kementerian dalam negeri Bahrain mengatakan telah melakukan penyelidikan untuk memastikan para narapidana mendapatkan semua hak mereka, baik dari perawatan kesehatan, kunjungan atau kontak dengan keluarga mereka, dan tidak menjadi sasaran perlakuan buruk.

Maryam al-Khawaja menunjuk pada bantuan internasional luas yang diterima oleh otoritas Bahrain dari luar negeri, termasuk Inggris. Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, bertemu dengan putra mahkota Bahrain, Salman Bin Hamad al Khalifa, pada bulan Juli.

Inggris juga meningkatkan pendanaan untuk kementerian dalam negeri dan badan keamanan Bahrain menjadi 1,8 juta poundsterling tahun lalu melalui dana strategi Teluk yang tidak jelas.

“Keluarga yang berkuasa tahu bahwa mereka sangat bergantung pada sekutu barat mereka … dalam banyak hal mereka (sekutu) telah memungkinkan rezim Bahrain untuk tetap berkuasa,” ucapnya.

Baca Juga: Arab Saudi-Bahrain Gelar Latihan Gabungan Angkatan Laut
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Penampakan 115 Warga...
Penampakan 115 Warga Binaan Risiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
AS Habiskan Rp671 Triliun...
AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi
Rekomendasi
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng IDBW 2026, Bekali Mahasiswa Hadapi Peluang Karier dan Finansial di Era Web3
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved