500 Tahanan di Bahrain Mogok Makan

Jum'at, 18 Agustus 2023 - 19:40 WIB
loading...
A A A
Sejak protes pro-demokrasi terhadap keluarga Al Khalifa yang berkuasa melanda Bahrain pada 2011, sejumlah besar orang yang terkait dengan demonstrasi telah dipenjara. Pemerintah telah meluncurkan tindakan keras terhadap aktivis, masyarakat sipil dan kelompok politik oposisi, termasuk melarang dua partai politik.

Sebagian besar dari 1.200 tahanan politik yang ditahan di Bahrain berada di penjara Jau. Mantan narapidana seperti Alwadaei mengatakan tahanan politik ditempatkan di blok terpisah dan mengalami perlakuan yang sangat kasar.

Tahanan politik terkemuka, termasuk veteran pembela hak asasi manusia Abdulhadi al-Khawaja, termasuk di antara napi yang melakukan aksi mogok makan di Jau. Putrinya, aktivis Maryam al-Khawaja, mengatakan ayahnya, yang telah dipenjara sejak 2011, melancarkan aksi mogok makannya sendiri untuk menuntut perawatan medis yang memadai untuk penyakit jantung, setelah ia ditolak membuat janji dengan ahli jantung sebanyak 11 kali.

Dia mengatakan ayahnya yakin dia telah dipilih untuk hukuman tambahan setelah menuntut agar para tahanan mendapat perhatian medis yang tepat.

Kurangnya perawatan medis, katanya, membahayakan nyawa sang ayah.

“Dia menderita aritmia jantung dan dia berisiko terkena serangan jantung atau stroke kapan saja. Kami percaya ayah saya membutuhkan operasi mendesak untuk memasang alat pacu jantung,” ujarnya.

Baca Juga: Israel Dilaporkan Beli Pulau dari Bahrain dalam Langkah Normalisasi Terbaru
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Penampakan 115 Warga...
Penampakan 115 Warga Binaan Risiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan
Koalisi Militer Islam...
Koalisi Militer Islam Gandeng PBB Latih Palestina dan Chad Perangi Pendanaan Terorisme
AS Bombardir Fasilitas...
AS Bombardir Fasilitas Nuklir Iran di Bushehr
Rekomendasi
John Herdman Pede Timnas...
John Herdman Pede Timnas Indonesia Mampu Bersaing Juarai AFF 2026
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Stolen Fairytale di V+Short, Dibintangi Dinda Mahira hingga Venly Arauna
Berita Terkini
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved