China Diduga Sebar Narasi 'Uighur Bahagia' Lewat Performa Aktris Lokal

Selasa, 15 Agustus 2023 - 11:15 WIB
loading...
A A A
Selama ini, dugaan kekejaman terhadap Uighur di Xinjiang meliputi termasuk penahanan di kamp detensi dan penjara "pendidikan ulang”, penyiksaan, kekerasan seksual serta kerja paksa.

Qibla Ayaz, ketua Dewan Ideologi Islam Pakistan dan pemimpin delegasi yang berkunjung, menegaskan dukungan tak tergoyahkan para peserta untuk China dan menyatakan kekagumannya atas kemajuan pembangunan Xinjiang dan kehidupan damai penduduk Muslimnya.

Para peserta juga menyatakan harapan untuk menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan Xinjiang melalui Koridor Ekonomi Pakistan-China, proyek jaringan infrastruktur China sepanjang 3.000 kilometer di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) untuk mengamankan dan mengurangi waktu perjalanan impor energi China di Timur Tengah.

Kampanye China Tidak Efektif


Beberapa warga Pakistan telah menyatakan keprihatinan yang semakin besar bahwa pemerintah mereka tetap diam tentang pelanggaran di Xinjiang.

Cendekiawan Pakistan Muhammad Usman Asad, yang berbicara atas nama Uighur di Xinjiang, mengatakan bahwa ketika China mengundang ulama Pakistan untuk berkeliling Xinjiang, berita tentang kunjungan mereka selalu muncul di media sosial China, tetapi tidak di media Pakistan.

"Yang disebut cendekiawan agama ini bukanlah jenis cendekiawan yang akan didengar oleh massa Muslim di Pakistan," kata Asad, yang melakukan aksi duduk sendirian di Islamabad pada Juni 2022 untuk memprotes kebijakan represif China terhadap Uighur.

"Mereka hanya organisasi Islam yang pro-pemerintah dan disponsori pemerintah, jadi propaganda palsu mereka tentang China tidak akan banyak berpengaruh," sambungnya.

Meski demikian, China memperluas upayanya untuk membersihkan citranya, kata Asad, menyusul kritik keras dari negara-negara Barat tentang perlakuan brutal pemerintahannya terhadap Uighur dan minoritas Turki lainnya di Xinjiang.

"Sama seperti kampanye China untuk meningkatkan citranya melalui bidang agama yang tidak efektif, kampanyenya di Pakistan melalui bintang internet berbahasa Inggris China atau Pakistan juga tidak efektif," pungkas Asad.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Ultah ke-34, Ayu Ting...
Ultah ke-34, Ayu Ting Ting Pamer Momen Romantis Bareng Kevin Gusnadi
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Usia Peserta Miss Indonesia...
Usia Peserta Miss Indonesia Kini 19-25 Tahun, RCTI Cari Kandidat yang Lebih Matang untuk Miss World
Berita Terkini
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved