260 Kapal Penangkap Ikan China Dekati Kepulauan Galapagos, AL Ekuador Siaga

Rabu, 29 Juli 2020 - 19:33 WIB
loading...
A A A
Galápagos—serta radius sekitar 188 mil dari perairan laut di sekitarnya—ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1978 karena satwa liar dan keanekaragaman hayati lautnya yang unik. Mengutip laporan The Guardian, Rabu (29/7/2020), armada China berada sekitar 200 mil dari nine-island archipelago di perairan internasional.

Mantan menteri lingkungan Ekuador, Yolanda Kakabadse, bersama dengan Roque Sevilla, mantan wali kota ibu kota Ekuador, Quito, mengatakan kepada The Guardian pada hari Senin bahwa mereka sedang mengembangkan "strategi perlindungan" untuk meminta armada China untuk tidak kembali, menegakkan perjanjian internasional yang melindungi migrasi spesies
dan memperluas ZEE hingga radius 350 mil dari pulau.

“Ukuran dan agresivitas armada ini terhadap spesies laut merupakan ancaman besar bagi keseimbangan spesies di Galapagos,” kata Kakabadse. Terhadap sentimen ini, Sevilla menggemakan; "Penangkapan ikan China yang tidak terkendali di tepi zona lindung merusak upaya Ekuador untuk melindungi kehidupan laut di Galapagos."

Kapal-kapal penangkap ikan China setiap tahun datang ke perairan internasional di sekitar Galapagos, tetapi pada tahun ini armadanya secara signifikan lebih besar dari sebelumnya dan telah berada dalam jangkauan pulau-pulau yang lebih dekat.

Presiden Ekuador Lenín Moreno melalui Twitter menyatakan dukungannya dalam melestarikan Kepulauan Galapagos. "Kami akan bekerja dalam posisi regional untuk mempertahankan dan melindungi ZEE di sekitar Cagar Alam Laut Galapagos, salah satu daerah penangkapan ikan terkaya dan sarang kehidupan untuk seluruh planet," tulis dia dalam bahasa Spanyol.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Viral! Sekuriti Apartemen...
Viral! Sekuriti Apartemen Temukan Emas Ratusan Juta di Tempat Sampah, Kembalikan ke Pemilik
Rekomendasi
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved